Ahad , 17 September 2017, 13:06 WIB

Target STMIK Nusa Mandiri 75% Dosen Punya Jabatan Fungsional

Red: Irwan Kelana
Dok STMIK Nuri
Pertemuan akademik awal semester STMIK Nusa Mandiri.
Pertemuan akademik awal semester STMIK Nusa Mandiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- STMIK Nusa Mandiri pada tahun 2018 merencanakan meningkatkan jumlah dosennya yang telah memiliki jabatan fungsional. Hal ini disampaikan oleh Ketua STMIK Nusa Mandiri Jakarta, Dr  Mochamad Wahyudi MM, MKom, MPd pada pertemuan akademik awal semester di Jakarta, Selasa (12/9).

“Pada tahun 2017 jumlah dosen STMIK Nusa Mandiri yang telah memiliki jabatan fungsional meningkat. Peningkatan ini, dikarenakan pada tahun 2016 hampir keseluruhan dosen yang memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) mengajukan pengurusan jabatan fungsional,” kata Wahyudi.

Wahyudi menambahkan, pada tahun 2017 tercatat sebanyak 38 persen  dosen STMIK Nusa Mandiri telah memiliki jabatan fungsional. Jumlah tersebut masih dapat meningkat, karena pada tahun 2017 jumlah dosen yang mengajukan meningkat dari tahun sebelumnya.

“Peningkatan pengajuan jabatan fungsional oleh dosen STMIK Nusa Mandiri ini dapat menunjang tercapainya target 75 persen  dosen STMIK Nusa Mandiri Jakarta yang telah memiliki jabatan fungsional pada tahun 2018,” tutur Wahyudi.

Seperti diketahui, lanjut Wahyudi, kepemilikan jabatan fungsional sangat penting bagi dosen. Sebab,  jabatan fungsional merupakan catatan atau posisi dalam masyarakat akademik yang menunjukkan pengakuan atas kemampuan akademik seorang dosen dalam kehidupan akademiknya.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas dosennya, STMIK Nusa Mandiri Jakarta juga memberikan dukungan kepada dosennya untuk melanjutkan studinya pada program doktoral.

“Seperti beberapa dosen STMIK Nusa Mandiri Jakarta yang saat ini sedang melanjutkan studi program doktoralnya. Dosen tersebut kami berikan kemudahan, seperti dispensasi waktu bekerja sebagai tugas belajar. Kami harap dosen-dosen tersebut dapat memberikan motivasi bagi dosen lainnya, untuk melanjutkan studinya pada program doktoral,” tutur Wahyudi.