Kamis , 19 October 2017, 21:10 WIB

PUM Belanda Kembali Kunjungi AKPAR BSI Yogyakarta

Red: Irwan Kelana
Dok BSI
Jajaran Pimpinan AKPAR BSI Yogyakarta bersama delelagi PUM Belanda.
Jajaran Pimpinan AKPAR BSI Yogyakarta bersama delelagi PUM Belanda.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Akademi Pariwisata (AKPAR)  BSI Yogyakarta kembali mendapat kunjungan dari Programma Uitzending Manager (PUM) Belanda. Sebelumnya, kampus yang memiliki Program Studi Perhotelan terakreditasi A ini juga dikunjungi PUM Belanda pada Juli 2017 lalu.

Pimpinan AKPAR BSI Yogyakarta Ani Wijayanti SE, M.MPar bersama jajarannya menyambut kunjungan tim  PUM Belanda, yakni George Coster (Regional Coordinator Asia) dan Joost van Oort (Country Coordinator). Kunjungan tersebut berlangsung di Kampus AKPAR BSI Yogyakarta, Jalan  Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Selasa (17/10).

Ani mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka mempersiapkan program pelatihan peningkatan kompetensi dosen AKPAR BSI Yogyakarta.  Ia menjelaskan,  saat kunjungan berlangsung delegasi PUM juga menyempatkan untuk meninjau laboratoriun AKPAR BSI Yogyakarta yang sedianya akan digunakan untuk program pelatihan.

Lebih lanjut, Ani menjelaskan, dalam kunjungan sebelumnya disepakati kerja sama AKPAR BSI Yogyakarta dengan PUM. Intinya adalah AKPAR BSI Yogyakarta akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi dosen dan lulusannya. “Dari hasil kunjungan ini, program pelatihan rencananya akan dilaksanakan pada bulan Januari 2018,” kata Ani.

Ani menjelaskan, pelatihan ini langsung di bawah pendampingan dan dipimpin oleh tenaga ahli dari PUM yang telah kompeten di bidangnya. Pelatihan yang akan berlangsung selama 10 hari ini, akan mengusung topik ‘Housekeeping Training Regarding about Hotel Operational Room and The Territoriality’.

“Kami berharap kegiatan dan kerja sama ini dapat menambah pengalaman dan kompetensi baik bagi dosen maupun mahasiswa AKPAR BSI Yogyakarta,” ujar Ani.

Seperti diketahui,  PUM merupakan yayasan yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda yang bertujuan mendampingi dan mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM)  di seluruh dunia. PUM dihadirkan dalam rangka mengembangkan pendidikan vokasional, dengan tujuan utama mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi dosen pengajar dan lulusan pada perguruan tinggi.