Kamis , 02 November 2017, 10:56 WIB

Mahasiswa ASM BSI Jakarta Kunjungi PT Nestle Indonesia

Red: Irwan Kelana
Dok BSI
Mahasiswa ASM BSI Jakarta mengunjungi pabrik Nestle Indonesia di Karawang.
Mahasiswa ASM BSI Jakarta mengunjungi pabrik Nestle Indonesia di Karawang.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG – Sebanyak 90 mahasiswa Program Studi Manajemen Administrasi (Prodi MA) Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Sarana Informatika Jakarta (ASM BSI Jakarta) mengunjungi PT Nestle Indonesia Karawang Factory bertempat di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat, Selasa (31/10).

Kunjungan dilakukan untuk mempelajari proses pengolahan produk yang dimiliki PT Nestle Indonesia. Selain itu, mereka juga ingin mengetahui program-program yang disediakan oleh PT Nestle Indonesia sebagai kontribusinya untuk Indonesia, yakni program Creating Sharing Value.

Rombongan diterima oleh Assistant Gallery Niken Damayanthy yang didampingi Penanggung Jawab Gallery, Elizabeth.

Assistant Gallery Niken Damayanthy menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan ASM BSI Jakarta. Ia menjelaskan sejarah perkembangan PT Nestle selama 150 tahun maupun produk-produk yang dimiliki oleh PT Nestle Indonesia berikut pemutaran video proses produksinya. Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai program yang dilakukan oleh PT Nestle Indonesia terhadap Indonesia, yakni program Creating Sharing Value.

Kunjungan ASM BSI Jakarta ini diawali paparan Assistant Gallery, kemudian dilanjutkan keliling pabrik yang dipimpin oleh Penanggung Jawab Gallery, Elizabeth. Selama berkeliling, mahasiswa diberikan penjelasan mengenai proses pembuatan, pengolahan dan pengemasan produk secara langsung.

Pada kesempatan yang sama Dosen Pendamping Kunjugan ASM BSI Jakarta, Fera Nelfianti  mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan oleh ASM BSI Jakarta sebagai upaya memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dalam mempelajari secara langsung proses manajemen yang dilakukan perusahaan.

“Hal ini penting, sebab mahasiswa perlu mengetahui secara langsung proses manajemen yang terjadi di perusahaan, walaupun teorinya telah mereka dapatkan saat perkuliahan di kelas. Selain itu juga untuk  menambah wawasan mahasiswa langsung dari dunia industri,” kata Fera.