Selasa , 14 November 2017, 16:21 WIB

BSI Berikan Beasiswa Bagi Putra Daerah Papua

Red: Irwan Kelana
Dok BSI
Direktur BSI Naba Aji Notoseputro (ketiga dari kanan) bersama pimpinan 10 PTS yang memberikan beasiswa kepara putra daerah Papua.
Direktur BSI Naba Aji Notoseputro (ketiga dari kanan) bersama pimpinan 10 PTS yang memberikan beasiswa kepara putra daerah Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perguruan tinggi Bina Sarana Informatika (BSI) memberikan beasiswa kepada 10 putra daerah Papua untuk menempuh pendidikan tingginya di seluruh kampus BSI se-Indonesia, baik di jenjang Diploma III, Strata Satu (S1) hingga Strata Dua (S2).

Direktur BSI, Naba Aji Notoseputro, memberikan beasiswa tersebut bertepatan dengan terselenggaranya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosisasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM) 2017 bertempat di Hotel Horison Papua, Jayapura,  2 – 4 November 2017.

“Saya berharap putra daerah Papua dapat memanfaatkan program ini dengan baik. Melalui beasiswa ini, para putra daerah Papua dapat mempelajari berbagai bidang keilmuan, seperti teknologi informasi, manajemen, komunikasi, bahasa asing, akuntansi, pariwisata dan bidang-bidang lainnya,” kata Direktur BSI Naba Aji Notoseputro dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (13/11).

Naba menambahkan, pada Rakornas tahun 2017 ini APTIKOM menggagas untuk memberikan beasiswa kepada putra daerah Papua. Melalui program ini, sebanyak 60 putra daerah Papua mendapatkan beasiswa yang tersebar di 11 Perguruan Tinggi Ilmu Komputer yang tergabung menjadi anggota APTIKOM, salah satunya BSI. Sebanyak 10 putra daerah Papua akan melanjutkan studinya di perguruan tinggi BSI.

“Program beasiswa ini juga salah satu komitmen BSI dalam mencerdaskan anak bangsa secara merata, terutama bagi masyarakat di wilayah Timur Indonesia tersebut. Setidaknya, BSI dapat berperan aktif dalam meningkatkan jumlah sumber daya manusia yang unggul dan profesional di kawasan Indonesia Timur. Sehingga,  mereka mampu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kampung halamannya, yakni di kawasan Indonesia Timur,” kata Naba Aji menambahkan.