Kamis , 28 September 2017, 20:05 WIB

RS Mata Berbasis Wakaf Pertama di Banten Mulai Beroperasi

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Dok. Badan Wakaf Indonesia
Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi Badan Wakaf Indonesia - Dompet Dhuafa
Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi Badan Wakaf Indonesia - Dompet Dhuafa

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Rumah Sakit (RS) Mata Ahmad Wardi Badan Wakaf Indonesia - Dompet Dhuafa yang merupakan RS mata pertama di Banten resmi beroperasi. RS ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dhuafa di Banten.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Syibli Syarjaya meminta Walikota Serang untuk turut merasa memiliki rumah sakit ini. ''Karena ini adalah rumah sakit berbasis wakaf dan untuk kesejahteraan masyarakat,'' kata Syibli dalam keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Kamis (28/9).

Ia pun berharap kehadiran rumah sakit wakaf ini turut membantu program pembangunan Pemerintah Kota Serang.

Hal ini dikuatkan oleh Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ismail Said. Ismail menjelaskan, rumah sakit ini melayani tiga kelompok pasien yakni masyarakat umum berbayar, masyarakat pemegang kartu BPJS, dan masyarakat dhuafa. ''Untuk masyarakat dhuafa, gratis karena biaya disubsidi dari dana zakat,'' kata Ismail.

Meski melayani pasien berbayar, rumah sakit ini menerapkan prinsip pelayanan terbaik kepada pasien tidak mampu. ''Sehingga tidak akan ada pasien yang ditolak karena ia tidak mampu memberikan uang muka,'' ungkap Ismail.

Pihak-pihak terkait sepakat membangun rumah sakit mata di atas tanah wakaf tersebut karena menyitir data dari WHO bahwa setiap satu menit ada 12 orang di seluruh dunia mengalami kebutaan. Empat di antaranya ada di Asia dan satu ada di Indonesia. Mayoritas penyebabnya di Indonesia karena katarak.

Mewakili keluarga Haji Ahmad Wardi sebagai wakaf, Hj. Ifa Fatima menyatakan kebahagiaan keluarga besar Haji Ahmad Wardi atas berdirinya rumah sakit mata berbasis wakaf ini. Haji Ahmad Wardi adalah orang tua dari Ifa Fatimah dan saudara-saudaranya.

Keluarga mereka bahagia karena sedekah jariyah atas nama orang tua mereka akhirnya berwujud dalam bentuk rumah sakit wakaf yang akan bermanfaat menolong banyak orang, terutama kaum dhuafa. Ia berharap masyarakat mau berwakaf untuk membangun rumah sakit, tidak hanya untuk masjid dan madrasah. ''Semoga akan ada Ahmad Wardi-Ahmad Wardi yang lain yang akan mewakafkan hartanya,'' kata Ifa.

Staf Ahli Walikota Serang, Ahman, dalam sambutannya mewakili Walikota Serang, menyatakan Pemerintah Kota Serang mendukung keberadaan rumah sakit mata pertama di itu. Bahkan, ia menyebut berdirinya rumah sakit mata ini merupakan kado ulang tahun ke-10 Kota Serang.

Acara peluncuran Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi BWI-DD dilaksanakan di salah satu ruangan di lantai dua rumah sakit sejak pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB. Hadir dalam acara ini jajaran pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, para pengurus BWI pusat, Perwakilan BWI Provinsi Banten dan Kabupaten Serang, Kementerian Agama Banten, pejabat Direktorat Zakat dan Wakaf Kemenag Pusat, Staf Ahli walikota Serang, BNI Syariah, Nazhir Mandiri Amal Insani, dan keluarga besar Haji Ahmad Wardi.

Dalam kesempatan itu, Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi BWI-DD juga memberikan layanan gratis kepada masyarakat yang ingin mengecek kondisi kesehatan.

Rumah sakit di Jalan Taktakan Raya, Kota Serang itudibangun di atas tanah seluas 2.348 meter persegi yang diwakafkan oleh keluarga besar Haji Ahmad Wardi. Badan Wakaf Indonesia yang mendapat amanah sebagai nazhir lalu menggandeng Yayasan Dompet Dhuafa Republika sebagai pengelola rumah sakit.

Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi BWI-DD memiliki empat poliklinik, yaitu poliklinik mata khusus anak, poliklinik retina, poliklinik katarak, dan poliklinik mata umum. Rumah sakit mata pertama di Kota Serang ini juga mempunyai ruang instalasi gawat darurat, dua ruang operasi besar, tiga ruang rawat inap, dan dua laboratorium. Adapun sisa ruangan di lantai dua gedung diproyeksikan menjadi bank kornea mata.



Berita Terkait