Jumat , 13 November 2015, 08:24 WIB

DPR Temukan Banyak Guru TK Digaji Rp 75 Ribu per Bulan

Red: Angga Indrawan
Antara/Rahmad
Taman kanak kanak (ilustrasi)
Taman kanak kanak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Badan Legislasi DPR RI Sareh Wiyono menemukan guru TK di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang rata-rata berpenghasilan relatif sangat kecil. Sareh menemukan para guru TK berpenghasilan mulai Rp 75 ribu sampai Rp 150 ribu per bulan.

"Bantuan intensif dari pemerintah juga sangat minim, belum lagi tidak adanya anggaran daerah untuk pengembangan pendidikan TK," kata Sareh Wiyono, Jumat (13/11).

Anggota Komisi II DPR/MPR RI itu melakukan kunjungan kerja perorangan pada tanggal 31 Oktober-9 November 2015 di Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII (Nganjuk, Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten/Kota Mojokerto, dan Jombang). Kegiatan dalam masa reses tahun sidang pertama 2015--2016 itu dilakukan dalam bentuk kunjungan dan dialog terbuka dengan elemen masyarakat pada 15 lokasi di Nganjuk (13 lokasi), Kabupaten Mojokerto (satu lokasi), dan Jombang (satu lokasi).

"Dalam kunjungan itu, kami mengetahui bahwa guru taman kanak-kanak sampai saat ini belum mendapatkan perhatian yang sama dengan guru-guru di level pendidikan yang lain," katanya.

Padahal, jika menilik eksistensinya, kata dia, TK merupakan jenjang pendidikan bagi anak prasekolah yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. TK, tegasnya, memiliki peranan penting dalam mendidikan karakter anak.

"Seperti yang terjadi di Kabupaten Nganjuk, rata-rata penghasilan guru TK masih sangat kecil, Rp75 ribu--p150 ribu/bulan," katanya.

Saat ini, pemerintah menggembar-gemborkan untuk merevitasilisasi pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi masyarakat masih bingung dengan batasan PAUD itu sendiri sehingga masyarakat sering kali belum bisa membedakan antara PAUD dan TK.

"Akhirnya, anak-anak hanya disekolahkan di PAUD dan tidak usah masuk TK sehingga hal ini berakibat makin berkurangnya anak didik TK yang lama-kelamaan sekolah TK ini akan gulung tikar karena tidak mendapatkan anak didik," katanya.

Sumber : Antara