Senin , 14 Desember 2015, 11:50 WIB

BPBD Malang Minta Warga Pantau Kesiagaan Gunung Bromo

Rep: Lintar Satria/ Red: Hazliansyah
Antara/Ari Bowo Sucipto
Material debu vulkanik terlihat keluar dari kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (10/12).
Material debu vulkanik terlihat keluar dari kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (10/12).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang meminta masyarakat terus memantau status kesiagaan Gunung Bromo guna mengantisipasi dampak erupsi dari gunung tersebut yang terus meningkat.

“Desa yang warganya merasakan asap akibat erupsi Gunung Bromo, kemarin, adalah Ngadas dan Wringinanom, keduanya ada di Kecamatan Poncokusumo,” kata Ketua Pelaksana BPBD, Hafi Luthfi, Senin (14/12).

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD sudah menempatkan dua sampai tiga petugas untuk berjaga di pos dua desa itu.

Mereka bergantian jaga sesuai shift sampai dinyatakan aman. Luthfi mengatakan sejak 4 Desember lalu hingga kini, Gunung Bromo masih siaga level 3.

(baca: Erupsi Bromo Belum Ganggu Aktivitas Warga)

Tim yang menangani erupsi Gunung Bromo juga sudah dibentuk. Terdiri dari petugas kesehatan, BPBD, PMI, TNI, dan relawan. Tugas mereka membahas jalur evakuasi, logistik, hingga penyediaan masker.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat juga sudah memberikan rencana siap siaga di lima kabupaten atau kota yang berada di kawasan Gunung Bromo.

Lima Kabupaten kota itu adalah Kabupaten Probolinggo, Malang, Lumajang, Pasuruan dan Kota Malang. Kebutuhan siaga bencana seperti rambu-rambu peringatan, jalur evakuasi, titik kumpul dan masker sudah disiapkan.

“BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena belum perlu pengungsian," kata Kepala Pusat Data Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.