Selasa , 12 January 2016, 15:57 WIB

Tuan Guru Resahkan Aliran Sesat di NTB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
IST
Aliran sesat (Ilustrasi).
Aliran sesat (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pimpinan Pesantren Al Maroqit, Mamben, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, TGH Hazmi Hamzar meresahkan aktivitas gerakan atau aliran sesat yang beredar di Sembalun, Lombok Timur. Kelompok yang terdiri dari kalangan berusia muda ini mengklaim shalat lima waktu tidak wajib.

“Ada gerakan antishalat, mereka mengatakan shalat itu tidak wajib. Mereka berpakaian hitam dengan rambut panjang tidak shalat dan malah merokok serta minum air keras. Mereka tidak sembunyi-sembunyi akan tetapi sudah memperlihatkan diri,” ujarnya kepada wartawan di Kota Mataram, Selasa (12/1).

Ia menuturkan, pemerintah beserta aparat Kepolisian harus segera bertindak dan bersikap terhadap gerakan yang dinilai sebagai aliran sesat dan telah menodai agama. Sebab, jika tetap dibiarkan menjadi masalah besar maka masyarakat bisa terpancing emosi dan melakukan tindakan dengan sendiri.

“Saya sudah mendengar di Sembalun (gerakan/aliran) sudah masuk, kelompok itu berawal dari Sakra dan Sambelia, Lombok Timur,” kata dia.

Menurutnya, kelompok yang berisi kalangan pemuda itu tidak boleh dibiarkan. Ia mengaku sempat menyampaikan itu kepada aparat desa di wilayah tersebut untuk ditindak, namun belum ada respon cepat.

Tuan Guru mengatakan gerakan itu sudah beraktivitas sejak lama namun mereka menjalankan aktivitas secara diam-diam. Saat ini, mereka sudah mulai terbuka, aliran yang mengklaim sudah menamatkan shalat.

Ia berharap Kepolisian bertindak tegas dan jangan sampai masyarakat bertindak main hakim sendiri. Lelompok yang meresahkan itu enggan terikat dengan aturan agama. “Ini cikal bakal kerusuhan jika tetap dibiarkan,” ucap Tuan Guru.