Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Pemkot Palu Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Pendidikan Agama

Kamis 17 Maret 2016 09:21 WIB

Red: Achmad Syalaby

Guru Agama Islam (Ilustrasi)

Guru Agama Islam (Ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Kota Palu akan mengalokasikan anggaran pada APBD 2017 sebesar Rp 3 miliar untuk membiayai pendidikan keagamaan guna memperkuat karakter bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu M Sadly Lesnusa yang dihubungi di Palu, Kamis (17/3), mengatakan rencananya anggaran tersebut akan dialokasikan untuk insentif bagi pengelola pendidikan keagamaan dua jam perhari selama lima hari kerja.

"Ada ketambahan waktu dua jam per hari selama lima hari," katanya. Sadly mengatakan pemerintah Kota Palu akan mewujudkan visi pemerintah Kota Palu yakni kota jasa, berbudaya dan beradat, berlandaskan iman dan takwa.

"Kita ingin memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui pendidikan agama dan budaya," katanya. Menurut Sadly, tamatan sekolah dasar negeri maupun swasta seharusnya tidak ada lagi  yang tidak bisa membaca tulis Alquran. Pemerintah akan diberikan sertifikat kepada murid tersebut.

Penguatan pendidikan itu, kata dia, tidak hanya untuk murid beragam Islam tetapi juga berlaku untuk semua agama. Ia mengatakan selain pendidikan agama, para murid juga akan diperkuat dengan pendidikan budaya sehingga siswa tidak lekang dari sejarah kebudayaan lokal.

"Misalnya, siswa diajak mengunjungi cagar budaya," katanya. Sadly mengakui bahwa banyak siswa tidak mengetahui tentang sejarah kebudayaan lokal setempat bahkan sebagian siswa sulit berbahasa Kaili, salah satu bahasa suku Kaili yang mendiami lembah Palu dan sekitarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu juga akan memperkuat sumber daya guru yang jumlahnya mencapai 5.190 orang baik guru pegawai negeri maupun nonpegawai negeri. Khusus guru pegawai negeri mencapai 4.116 orang. Dari jumlah guru tersebut sebanyak 2.915 guru pegawai negeri sipil telah disertifikasi dan 237 guru nonpegawai negeri sipil. Sadly mengatakan saat ini sebanyak 719 guru lagi dalam proses sertifikasi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES