Selasa , 21 March 2017, 06:47 WIB

Harga Cabai Kecil di Bali Mulai Turun

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Angga Indrawan
Republika/ Wihdan
Pedagang menyortir cabai rawit di Pasar Senen, Jakarta, Ahad (13/3).
Pedagang menyortir cabai rawit di Pasar Senen, Jakarta, Ahad (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Harga cabe kecil di Kota Denpasar Bali, awal pekan ini terus turun, bahkan mulai melandai. Di pasar-pasar tradisional, kata Kabid Metrologi dan Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Jarot Agung Iswahyudi, bervariasi antara Rp 75-90 ribu per kilogram.

"Dibandingkan harga sebelumnya, terjadi penurun sekitar 18 persen. Jadi cukup signifikan," kata Jarot, Senin (20/3).

Jarot mengatakan, harga cabe sebelumnya berkisar antara Rp 103-105 ribu per kilogram. Tapi sekarang sebutnya, di Pasar Pulakerti sudah turun sampai Rp 75 eibu, Pasar Kreneng Rp 77 ribu, Pasar Badung Rp 85 dan Rp 90 ribu di Pasar Agung.

Penurunan harga cabe besar kata Jarot, juga terjadi di beberapa pasar di kota Denpasar. Sebelumnya kata Jarot, cabe besar sempat menyentuh harga di atas Rp 30 ribu. Namun kini justru di pasar Pulakerti, harganya hanya Rp 23 ribu per kilogram.

"Penurunan harganya lumayan, cukup terasa. Ini sangat berarti bagi masyarakat," kata Jarot.

Sementara itu harga bawang merah dan bawang putih mengalami sedikit kenaikan. Untuk bawang merah kenaikannya sekitar 2,1 persen, sedangkan bawang putih sekitar 1,88 persen. "Dari hasil pemantauan kami di beberapa pasar, memang terjadi kenaikan harga bawang, kisaran dua persen," kata Jarot.