Jumat , 21 April 2017, 23:40 WIB

Polisi Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penembakan Polisi di Lubuklinggau

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bilal Ramadhan
Antara/Feny Selly
Pewarta mengambil gambar kondisi mobil yang menjadi barang bukti kasus penembakan mobil oleh polisi di Lubuk Linggau, di Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat (21/4).
Pewarta mengambil gambar kondisi mobil yang menjadi barang bukti kasus penembakan mobil oleh polisi di Lubuk Linggau, di Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat (21/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menyatakan Polda Sumatera Selatan akan menanggung semua pembiayaan yang harus dikeluarkan untuk perawatan lima korban penembakan oleh anggota polisi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

"Jadi kepala bidang kedokteran kesehatan Polda Sumsel menjadi ketua tim untuk memantau proses kesembuhannya, termasuk juga menanggung semua pembiayaan yang harus dikeluarkan dalam perawatan tersebut," tutur dia di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/4).

Korban luka yang sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Sobirin Lubuklinggau itu kini dirawat intensif di Rumah Sakit di Palembang, Sumatera Selatan. "Untuk korban yang terluka kita tarik ke rumah sakit di Palembang, Sumsel, untuk bisa mendapat perawatan yang intensif dan segera sembuh," ujar dia.

Sementara untuk korban penembakan yang meninggal dunia, lanjut Rikwanto, kepolisian melalui polres setempat beserta bupati Lubuklinggau telah menghadiri prosesi pemakaman dan ikut berbelasungkawa. "Kita bantu seluruh prosesinya, sebagai wujud rasa belasungkawa dan tanggungjawab," ucap dia.

Selain itu, kepolisian juga melibatkan psikolog untuk mengatasi trauma para korban terutama anak kecil mengingat di antara korban adalah anak yang masih belia. Dengan konseling tersebut, trauma di diri korban dapat terhilangkan.

"Beberapa kunjungan Bapak Kapolda Sumsel sangat membantu pemulihan psikis pada anak-anak terutama. Terakhir berkunjung mereka diminta membawakan mainan, kita belikan mobil-mobilan supaya mereka terhibur dalam pemulihan itu," tutur dia.

Rikwanto mengatakan pihaknya akan terus memantau proses pemulihan para korban tersebut. "Intinya proses pemulihan, kesehatan, traumatis psikis, kita pantau terus sampai benar-benar pulih," ucap dia.

Seperti diketahui, ada enam penumpang termasuk supir dalam sedan hitam Honda City itu. Satu di antaranya tewas karena mengalami luka tembak pada paha kiri, dan perut sebelah kiri hingga menembus punggungnya. Lima korban lain terkena luka tembakan.

Enam korban tersebut, yakni Novian (30 tahun), Gentar Wicaksono (3), Dewi alina (39), Surini (50/meninggal dunia), Indra (35), Gatot sundari (29).