Jumat , 21 April 2017, 23:06 WIB

Korban Ledakan Tabung Gas Tiga Kilogram di Sukabumi Akhirnya Meninggal

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: M.Iqbal
Republika/Riga Nurul Iman
Sebuah rumah di  Kampung Cimanggah Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi porak poranda akibat ledakan gas 3 kg, Sabtu (15/4).
Sebuah rumah di Kampung Cimanggah Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi porak poranda akibat ledakan gas 3 kg, Sabtu (15/4).

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI—Seorang warga yang menjadi korban ledakan tabung gas tiga kilogram di Kota Sukabumi akhirnya meninggal dunia pada Kamis (20/4) malam. Korban meninggal dunia pada saat mendapatkan perawatan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Korban tewas adalah Iyus Yusmawan (37 tahun), warga Kampung Cimanggah RT 07 RW 02 Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sementara istrinya Atilah (36) masih mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat ledakan gas tersebut. 

Sementara, kejadian ledakan gas tiga kilogram tersebut terjadi pada Sabtu (15/4) pagi. "Iyus meninggal setelah kondisinya menurun pada Kamis sore," ujar Ketua RT 07 Kampung Cimanggah Ujang Rahmat kepada Republika, Jumat (21/4) pagi.

Ia menerangkan korban meninggal sekitar pukul 18.55 WIB. Menurut Ujang, warga tidak mengira Iyus meninggal dunia. Sebab, korban sebelumnya sempat sadar dan berbicara dengan warga yang menjenguknya di rumah sakit.

Ujang mengatakan, jenazah korban sudah dibawa ke rumah keluarganya untuk segera dimakamkan. Sebelum korban meninggal, kata dia, warga sebenarnya akan bergotong royong untuk membangun rumah warga yang hancur akibat ledakan gas tiga kilogram.

"Pada saat kejadian saya tengah tidur dan mendengar suara ledakan keras," ujar Mamat (45), salah seorang warga yang rumahnya tepat di depan rumah yang terkena ledakan gas. Peristiwa tersebut terjadi pada waktu subuh sekitar pukul 04.30 WIB.

Selepas itu, lanjutnya, dia langsung keluar rumah dan melihat rumah tetangga di depannya sudah hancur akibat ledakan.Mamat menerangkan, salah seorang korban Iyus terlihat meminta tolong dan menanyakan keberadaan istri dan dua anaknya di dalam rumah.

Pada saat itu, sambung dia, korban masih sadar meski mengalami luka parah cukup parah sekitar 70 persen di sekujur tubuhnya.