Kamis , 08 June 2017, 03:35 WIB

Polisi Tembak Kepala Sendiri Meninggal Dunia

Red: Bilal Ramadhan
Antara/ca
Jenazah (ilustrasi).
Jenazah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Anggota Polres Kupang Kota Aiptu Fransisco de Araujo yang menembak kepalanya sendiri Selasa (6/6) akhirnya meninggal di ICU RS Bhayangkara, meskipun tim medis rumah sakit Polri itu sudah berupaya menyelamatkan jiwanya.

"Aiptu Araujo mengembuskan nafas terakhir pukul 15.22 WITA," kata Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Chriestian Nugroho kepada media di RS Bhayangkara Kupang, Rabu (7/6).

Tim medis yang merawat Kepala Unit Pengamanan Obyek Vital Satuan Shabara Pokres Kupang Kota itu menyatakan korban mengalami mati batang otak dan karenanya tidak lagi bisa membuatnya bertahan hidup.

Kapolres mengungkapkan Aiptu Araujo adalah sosok yang cukup tenang namun periang. Dia polisi hebat yang taat dan sangat berkomitmen melaksanakan tugas-tugasnya. Mantan Wakapolres Kupang itu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah dengan caranya membantu dan memberi perhatian kepada Araujo sejak kejadian hingga mengembuskan nafas terakhirnya.

"Kepada tim medis RS Bhayangkara, Pak Kapolda dan seluruh jajarannya serta semua pihak lainnya," katanya.

Dia mengaku secara institusi akan memfasilitasi semua hal berkaitan dengan pemakaman almarhum nantinya. "Kami menanti keputusan keluarga kapan dan dimana pemakaman almarhum," kata Kapolres Anthon.

Terhadap motif insiden itu, Kapolres Anthon mengaku masih mendalaminya. "Saat ini masih dalam suasana duka. Akan kita dalami," katanya.

Dalam konteks kedinasan Kapolres Anthon memastikan Aiptu Araujo tidak memiliki masalah kedinasan. "Saya jamin itu bahwa kejadian ini tidak ada sangkutan dengan masalah kedinasan almarhum. Itu saya pastikan tidak ada," katanya.

Kapolres juga menyatakan kepemilikan senjata yang dipunyai almarhum sah dan layak. Araujo sangat layak secara fisik dan mental dan itu melalui satu ujian. "Namun kejadian ini di luar dugaan kita," katanya.

Anggota Polres Kupang Kota Aiptu Fransisco de Araujo yang meninggal karena menembak kepalanya sendiri pada Selasa (6/6) di kamar tidur rumahnya menggunakan senjata laras pendek jenis revolver itu meninggalkan seorang istri Maryhina Araujo dengan tiga anak masing-masing Mebi Araujo, Putri Araujo dan si bungsu Fadli Araujo.

Sumber : Antara