Senin , 19 June 2017, 16:59 WIB

Pemudik Kereta Api dari Bandung Meningkat

Rep: Arie Lukhardianti/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Edi Yusuf
Stasiun Bandung
Stasiun Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Arus mudik via jalur kereta api dari Bandung Jawa Barat dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai menunjukan peningkatan sejak H-10 sampai dengan H-7.

Menurut Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daops) 2 Bandung, Joni Martinus, volume penumpang sampai hari ini terus menunjukan peningkatan secara siginifikan.

"Untuk pergerakan kereta api ini rupanya memang ada peningkatan, hasil pantauan tadi, dibandingkan tahun lalu ada peningkatan 30 persen lebih," ujar Joni kepada wartawan di Bandung Jawa Barat, Senin (19/6).

Menurut Joni, stasiun yang melayani arus mudik yaitu Stasiun Kiara Condong dan Stasiun Bandung. Namun, para pemudik lebih dominan berangkat ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan kereta dari Stasiun Bandung.

"Dari sisi jumlah paling banyak itu ke arah timur, Surabaya, Semarang, Solo. Kalau kita lihat jumlah kereta, pasti dari (stasiun) Bandung. Kalau dari Kiara Condong, yang berangkat cuma tiga (kereta)," katanya.

Untuk arus mudik dengan tujuan arah Barat, kata dia, hanya memberangkatkan dua kereta yaitu Serayu dan Parahyangan. "Ada, kalau ke arah barat itu, untuk ekonomi itu KA Serayu siang dari Kiaracondong sampai Pasar Senen. Selain itu Argo Parahyangan ke Barat semua," katanya.

Pada pelayanan arus mudik kali ini, pihaknya juga menambah ketersediaan tiket yang berlaku untuk tujuan Barat sampai wilayah timur.

Tahun 2016, tiket yang disediakan hanya 235 ribu tiket. Tahun ini, karena ada tambahan menjadi 281,504 tiket. "Ada kenaikan juga dari segi tiket mencapai 20 persen," katanya.