Senin , 19 June 2017, 18:57 WIB

Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Kuala Pembuang

Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Raisan Al Farisi
Banjir (ilustrasi).
Banjir (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA -- Sejumlah wilayah di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah kembali terendam banjir setelah diguyur hujan lebat sejak Senin (19/6) dini hari hingga siang hari.

Pantauan di lapangan, hujan yang menguyur hampir 12 jam tersebut telah membuat air pada saluran drainase meluap dan menggenangi kawasan padat penduduk Jalan AIS Nasution, Jalan Mahang, Jalan MT Haryono.

Selain menggenangi kawasan pemukiman warga, banjir dengan tinggi bervariasi hingga selutut orang dewasa itu juga menggenangi kawasan pertokoan Jalan Adam Malik, sebagian jalan protokol serta sejumlah fasilitas umum, seperti Stadion Mini Gagah Lurus Kuala Pembuang.

Sebagian besar warga di Ibu Kota Seruyan itu menilai, banjir yang sudah sering terjadi disebabkan karena buruknya sistem drainase yang dibangun serta banyak saluran drainase yang tidak terawat dan tersumbat sehingga tidak bisa mengalirkan air dengan baik.

"Banjir seperti ini sudah sering terjadi. Setiap kali hujan lebat hingga berjam-jam selalu saja banjir, karena parit yang ada tidak bisa mengalirkan air dengan baik," kata Ian (33), salah satu warga Jalan Adam Malik Kuala Pembuang.

Warga lainnya, Kurniawan (38) menilai, banjir yang mulai sering terjadi karena saluran pembuangan air di kawasan penduduk tersumbat oleh sampah sehingga air tidak dapat mengalir. "Mungkin ini karena kurangnya kesadaran kita akan kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, selokan dijadikan tempat membuang sampah dan pada akhirnya terjadi hal seperti ini," katanya.

Warga berharap agar pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat lebih memperhatikan permasalahan banjir yang mulai sering melanda Kota Kuala Pembuang, terutama untuk membenahi sistem drainase yang menjadi penyebab utama banjir.

"Selain itu, kita sebagai warga hendaknya dapat lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan aktif membersihkan selokan. Jadi tidak semata-mana menunggu perhatian pemerintah," katanya.

Sumber : Antara

Berita Terkait