Senin , 19 June 2017, 20:06 WIB

Personel Brimob Diturunkan untuk Amankan Lebaran

Rep: Eko WidiyatNo/ Red: Andri Saubani
Antara/Idhad Zakaria
Petugas berjaga mengamankan Markas Polres Banyumas, Purwokerto, Jateng.
Petugas berjaga mengamankan Markas Polres Banyumas, Purwokerto, Jateng.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Tidak hanya anggota Polri dari satuan di Polres saja yang diterjunkan mengamankan prosesi menjelang lebaran. Polres Banyumas juga melibatkan anggota Brimob untuk mengamankan proses mudik, pelaksaan Hari Raya, hingga kemudian adur mudik.

"Ada sekitar 30 personil anggota Brimob yang ikut mengamankan. Mereka terdiri dari para anggota penembak jitu dan penjinak bom,'' jelas Kapolres Banyumas AKBP Aziz Andriansyah di sela upacara Ramadaniya 2017, di Alun-alun Purwokerto, Senin (19/6).

Dia menyebutkan, dalam operasi Ramadaniya ini anggota Polri yang diterjunkan tindak hanya bertugas mengatasi kemacetan lalu lintas di ruas jalan utama mudik. Lebih dari itu juga memberi jaminan keamanan pemudik dan warga. ''Untuk itu, di lokasi-lokasi yang kita anggap rawan kriminalitas kita tempatkan penembak jitu,'' katanya.

Menurut Kapolres, dalam operasi Ramadaniya ini pihaknya melibatkan ribuan personel gabungan. Antara lain berasal dari anggota Polri sebanyak 700 orang, TNI 200, ditambah ratusan personel dari Dinas Pehubungan, Satpol PP, Linmas, Pramuka dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Selepas melaksanakan gelar pasukan Polres Banyumas, melakukan simulasi penguraian kemacetan, dengan melibatkan pasukan pengurai dari Satuan Lalu Lintas dan Sabahara. Pada simulasi tersebut, juga diperagakan kemampuan anggota Polres Banyumas mengendarai kendaraan sepeda motor, baik jenis trail maupun moter besar,dan mobil.