Senin , 19 Juni 2017, 20:18 WIB

Polda Sumut Siapkan 7.700 Personel Operasi Ramadniya Toba

Rep: Issha Harruma/ Red: Andri Saubani
ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi (ketiga kiri) memeriksa pasukan pada apel gelar Pasukan Ramadniya Toba 2017, di Medan, Sumatera Utara, Senin (19/6). Apel gelar pasukan tersebut melibatkan unsur Polri, TNI dan Dishub yang akan bertugas mengamankan lingkungan masyarakat selama merayakan Idul Fitri 1438 H
Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi (ketiga kiri) memeriksa pasukan pada apel gelar Pasukan Ramadniya Toba 2017, di Medan, Sumatera Utara, Senin (19/6). Apel gelar pasukan tersebut melibatkan unsur Polri, TNI dan Dishub yang akan bertugas mengamankan lingkungan masyarakat selama merayakan Idul Fitri 1438 H

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Operasi Ramadniya Toba 2017 untuk mengamankan hari raya Idul Fitri 1438 H resmi dimulai, Senin (19/6). Kabid Humas Polda Sumut Kombes Polisi Rina Sari Ginting mengatakan, ada sekitar 7.700 personel jajaran Polda Sumut yang diturunkan dalam operasi kali ini. "Operasi dimulai hari ini selama 16 hari. Sasaran operasi ini adalah seluruh kegiatan masyarakat dan tempat keramaian, seperti stasiun, terminal hingga bandara," kata Rina usai apel Operasi Ramadniya 2017 di lapangan Merdeka Medan, Senin (19/6).

Rina mengatakan, dalam operasi ini, Polda Sumut akan dibantu pemangku kepentingan terkait, mulai dari TNI hingga pemerintah daerah. Ada 108 pos pengamanan dan 33 pos pelayanan yang disediakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Sumut selama Lebaran 2017. "Saya tekankan kepada seluruh jajaran untuk bekerja secara optimal. Fokus utama, yakni menjaga kestabilan harga pangan, pemeliharaan kamtibmas yang kondusif, serta keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik agar dapat dilakukan secara berimbang," ujar Rina, menambahkan.

Seluruh jajaran Polda Sumut pun diinstruksikan untuk aktif melakukan upaya preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Ditekankan kepada seluruh jajaran, untuk terus meningkatkan kegiatan sambang dan patrol di titik-titik yang rawan gangguan kamtibmas, seperti terminal, pelabuhan, pemukiman yang ditinggal pemilik, pusat perbelanjaan, bank dan ATM, serta tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi saat perayaan Idul Fitri," kata Rina.