Selasa , 20 June 2017, 04:44 WIB

Polda Kalsel Siapkan 2.200 Personel Dukung Operasi Ramadniya

Red: Hazliansyah .
Republika/Rakhmawaty La'lang
Pasukan gabungan membubarkan diri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6).
Pasukan gabungan membubarkan diri usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU -- Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigjend Rachmat Mulyana mengatakan, jumlah personel yang diturunkan untuk mendukung operasi Ramadniya-Intan 2017 sebanyak 2.200 orang.

"Ribuan personel polisi itu berasal dari Polda Kalsel dan polres-polres yang tersebar pada 13 kabupaten dan kota di Kalsel," ujarnya usai apel gelar pasukan Operasi Ramadniya di Banjarbaru, Senin.

Gelar operasi kepolisian dengan sandi Ramadniya Intan dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sekaligus bertindak selaku inspektur upacara pada apel di halaman Mako Brimobda di Banjarbaru.

Polda Kalsel mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu yang ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memantau situasi dan kondisi menjelang Idul Fitri.

"Operasi berlangsung selama 16 hari ke depan dan kami menyiapkan ribuan personel untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat menjelang hingga sesudah Idul Fitri," ungkapnya.

Ia mengatakan, pos pengamanan disiapkan dititik-titik rawan sehingga bisa mencegah terjadinya tindak kejahatan konvensional seperti pencurian termasuk mencegah kemacetan lalu lintas.

Sementara, pos pelayanan terpadu didirikan di titik-titik pelayanan seperti bandara dan pelabuhan yang bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh komponen masyarakat.

"Kami memfokuskan kerawanan kriminalitas dengan target operasi angka kecelakaan dapat menurun, kriminilitas juga turun sehingga masyarakat tenang meski meninggalkan rumah," ujarnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, seluruh pihak terkait harus saling bekerja sama dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

"Rencana operasi dan cara bertindak harus dilaksanakan sinergis seluruh unsur pengamanan yang terlibat sehingga masyarakat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman dan lancar," ujarnya.

Dikatakan, tiga poin utama menjadi perhatian Presiden dalam pengamanan tahun ini yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

"Poin ketiga terwujudnya keamanan, kelancaran dan kenyamanan arus mudik maupun arus balik dengan memberikan atensi penuh titik rawan kecelakaan dan rawan macet," katanya.

Sumber : Antara