Kamis , 29 June 2017, 10:38 WIB

Harga Sarang Walet di Sampit Masih Tinggi

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Ani Nursalikah
Antara/Budi Candra Setya
 Pekerja penangkaran burung walet menyortir sarang walet selepas panen.
Pekerja penangkaran burung walet menyortir sarang walet selepas panen.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Harga sarang burung walet di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, saat ini masih tinggi sehingga menggembirakan bagi pembudidaya di daerah itu.

"Dibanding awal Ramadhan, saat ini ada penurunan harga Rp 500 ribu per kilogram. Tapi kalau dibanding tahun lalu, harga saat ini terbilang tinggi," kata Toto, salah satu pembudidaya sarang walet di Sampit, Kamis (29/6).

Sepekan terakhir, harga sarang walet cukup menggembirakan. Sarang jenis mangkok Rp 11 juta, sudut Rp 9 juta, dan patahan Rp 8 juta. Harga itu memang turun Rp 500 ribu dibandingkan dengan awal Ramadhan lalu.

Toto mengakui harga sarang walet dalam setahun ini cukup stabil dan membaik. Kondisi itu disebabkan meningkatnya permintaan sarang walet untuk diekspor ke berbagai negara.

Pemasarannya juga tidak sulit karena biasanya pengepul yang datang mengambil sarang walet yang mereka beli dari pembudidaya. Bahkan, tidak sedikit pembudidaya yang mempekerjakan orang untuk mengurusi panen dan penjualan sarang walet.

"Harga walet cukup membaik, makanya makin banyak orang yang membuat bangunan budi daya sarang burung walet. Sepertinya prospeknya makin menjanjikan," kata Toto.

Di Kotawaringin Timur terdapat ribuan bangunan budi daya sarang burung walet. Konsentrasi terbesar terdapat di Sampit dan Samuda yang jumlahnya terus bertambah karena hasilnya dinilai menjanjikan.




Sumber : Agency