Sabtu , 08 Juli 2017, 15:08 WIB

Oktober, Pendaftaran Pendakian Semeru Lewat Online

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ratna Puspita
Zabur Karuru/Antara
Berkemah di Gunung Semeru dengan latar Gugus Bintang
Berkemah di Gunung Semeru dengan latar Gugus Bintang

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Pengelola kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus melakukan pembenahan dan perbaikan demi meningkatkan jumlah wisatawan dan membuat mereka semakin betah. Salah satu caranya, menerapkan pendaftaran pendakian Gunung Semeru menggunakan sistem dalam jaringan (daring).

Penggunaan pendaftaran pendakian Semeru dengan sistem daring sebenarnya telah diungkapkan sejak awal tahun ini. Rencana ini terus disuarakan sampai akhirnya ditetapkan jadwal dimulainya penerapan sistem tersebut.

“Mulai Oktober semua pendaki Semeru booking secara online,” ujar Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kenedie saat ditemui wartawan di Balai Kota TNBTS, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (8/7).

Meski menggunakan sistem daring nantinya, kuota pendakian masih sama. Menurut John, jumlah pendaki Gunung Semeru setiap harinya hanya 500 orang. Kuota maksimal, yaitu 600 pendaki.

John menerangkan menurut perhitungannya, angka 600 pendaki tersebut masih longgar untuk memenuhi pendakian gunung itu. Untuk itu, dia memastikan, kuota pendaki maksimal hanya bisa mencapai 600 orang per harinya.

"Kalau ada yang mau masuk lagi harus tunggu 600 itu turun. Dan ini sebenarnya menguntungkan masyarakat, semakin banyak yang menunggu, makan minum serta penginapan juga makin laku,” kata dia.

Untuk pendakian Agustus nanti, John memastikan, kuotanya tidak akan lebih dari 600 orang. Termasuk dalam mengantisipasi pendakian pada 17 Agustus nanti. Pendakian pada waktu tersebut biasanya akan membeludak.