Ahad , 09 Juli 2017, 04:27 WIB

TNI Tembak Mati Anggota Legakak Telenggen

Red: Andri Saubani
Antara/Akbar Nugroho Gumay
[ilustrasi] Sejumlah anggota TNI dari Korem 173/Praja Vira Braja melakukan patroli di sepanjang Pantai Distrik Oridek, Biak Numfor, Papua, Jumat (13/11).
[ilustrasi] Sejumlah anggota TNI dari Korem 173/Praja Vira Braja melakukan patroli di sepanjang Pantai Distrik Oridek, Biak Numfor, Papua, Jumat (13/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Prajurit TNI yang bertugas di Pos Ilaga, Jumat (7/7), melaporkan telah menembak mati anggota kelompok kriminal bersenjata sekitar pukul 15.10 WIT di Kampung Kago, Ilaga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Ing Teguh Rahardjo ketika dihubungi Antara, Sabtu membenarkan, telah terjadinya insiden penembakan yang menewaskan satu anggota kelompok kriminal bersenjata bernama Beti Murib.

"Memang benar prajurit TNI sudah menembak mati anggota kelompok kriminal bersenjata dan saat dievakuasi juga ditemukan satu pucuk revolver beserta lima butir amunisi kaliber 9 mm," kata Teguh Rahardjo. Insiden itu terjadi beberapa saat setelah prajurit yang bertugas di Pos Ilaga mendengar suara tembakan yang jaraknya sekitar satu kilometer.

Kemudian, dipertegas dengan laporan masyarakat yang melaporkan kelompok OPM membawa senjata telah masuk kampung. Teguh mengatakan, penembakan itu berawal saat dua prajurit, yakni Praka Wahyu dan Pratu Angga menyusuri sungai. Tiba-tiba korban menodongkan senjatanya ke Pratu Angga sehingga rekannya Praka Wahyu langsung menembaknya.

Dari jenazah Beti Murib yang merupakan adik bungsu dari Kalenak Murib, anggota kelompok Legakak Telenggen juga ditemukan telepon seluler dan dompet yang disimpan di dalam noken (tas ayaman khas pengunungan Papua) bermotif bintang kejora. Kelompok Lekagak Telenggen merupakan salah satu dari kelompok bersenjata di sekitar pedalaman Papua yang tergabung dalam OPM dan ingin memisahkan Papua dari NKRI.