Senin , 17 Juli 2017, 19:30 WIB

Tumbuhkan Budaya Literasi, Emil Ajak Warga Donasikan Buku

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ratna Puspita
Antara/Fahrul Jayadiputra
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mendukung Gerakan Literasi Nasional yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia. Yakni, dengan mengirimkan donasi buku ke komunitas peduli literasi melalui Kantor Pos Bandung, Jalan Asia Afrika, Senin (17/7).

"Daripada bukunya nganggur di rumah, silakan didonasikan, dikirimkan melalui kantor pos setiap tanggal 17. Insya Allah bisa bermanfaat, mencerdaskan dan meningkatkan daya literasi masyarakat," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Senin (17/7).

Emil pun mengajak warga Bandung untuk berkontribusi dalam meningkatkan indeks literasi. Salah satu caranya, dengan banyak membaca. Karena, indeks literasi Indonesia berada di urutan 60-an. "Setiap tahun rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku 27 lembar," kata dia.

Menurut Emil, agar masyarakat bisa lebih sering membaca, dalam waktu dekat ia akan memperbanyak titik-titik perpustakaan kecil. Yakni, mulai dari gang kecil, kewilayahan, hingga di trotoar.

Emil pun, akan membuat sudut-sudut baca yang dekat dengan titik aktivitas warga. "Saya akan membangun perpustakaan di tingkat kelurahan. Di Bandung kan ada 151 kelurahan, nah akan saya cicil minimal dibuat di dua sampai tiga kelurahan tiap tahun," kata dia.

Emil berharap, dengan banyaknya perpustakaan di Kota Bandung akan semakin mempermudah akses warga untuk membaca buku. Jadi, setiap berada di manapun warga akan mudah menemukan buku. "Karena aksesnya mudah, mudah-mudahan akan hadir dan tumbuh minat bacanya," kata dia.

Bahkan, dia menuturkan, ke depan akan ada ruang kotak seperti telepon umum di trotoar yang berisi buku. Warga bisa meminjam buku di sana, bisa pula menambahkan koleksi bukunya dengan berdonasi.

"Kalau punya buku yang mau didonasikan, ya simpan saja di sana. Kalau mau baca juga tinggal ambil, lalu simpan lagi. Bisa juga dibawa pulang, karena memang sudah disiapkan bukunya untuk hilang," kata dia.

Saat ini, dia menuturkan, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung yang terletak di Jalan Seram (sebelumnya di Jalan Caringin) juga sedang berbenah untuk semakin meningkatkan pelayanan. "Kita insya Allah punya perpustakaan kota yang representatif," katanya.