Senin , 17 Juli 2017, 23:36 WIB

Lima ABK Penyelundup Sabu Diboyong ke Polda Metro Jaya

Rep: Arif SaTrio/ Red: Ilham Tirta
Republika/Arif Satrio Nugroho
ABK Wanderlust, Kapal pengiriman sabu satu ton diboyong ke Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Senin (17/7) malam.
ABK Wanderlust, Kapal pengiriman sabu satu ton diboyong ke Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Senin (17/7) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lima tersangka Awak Badan Kapal (ABK) pelaku penyelundupan satu ton sabu-sabu tiba di Polda Metro Jaya, Senin (17/7), sekitar pukul 22.30 WIB. Lima pria diboyong dengan pengawalan ketat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Pantauan Republika.co.id, pelaku pun langsung dibawa masuk ke ruang pemeriksaan Ditnarkoba Polda Metro Jaya. Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Gidion Arief Setyawan mengatakan, kelima tersangka adalah menjadi pengantar menuju Indonesia dengan kapal besar.

"Alhamdulillah saya infokan lima orang tersangka sebagai ABK Kapal Wonderlust, telah dibawa ke Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dengan aman," kata Gidion di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/7).

Gidion mengungkapkan, peran mereka membawa kapal sebelum disambut oleh empat tersangka lain. Kapal besar itu bernama Wanderlust. Di dalam kapal Wanderlust itu, sejumlah perahu karet telah disiapkan agar bisa merapat ke bibir pantai. "ABK Wonderlust bertugas merapatkan kapal rubber boat (perahu karet), menuju ke tepian bibir pantai," kata dia menjelaskan.

Gidion menambahkan, lima ABK Kapal ini juga merupakan lima warga Taiwan, sama seperti empat pelaku yang sebelumnya diamankan di Anyer. Mereka diboyong ke Mapolda Metro Jaya, setelah ditangkap di Batam, Kepulauan Riau, Ahad (16/7). "Untuk menindaklanjuti penyelidikan dari penangkapan di Kepulauan Riau," kata dia.

Sebelumnya, aparat gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Kepulauan Riau, Bea Cukai dan Bea Cukai Batam berhasil mengamankan kapal dengan nama Wanderlust di perairan Mapor-Tanjung Berakit, Batam, Sabtu (15/7), sekitar pukul 07.00 WIB. Kapal itu merupakan kapal besar pembawa sabu satu ton sebelum sampai di Anyer. Untuk sampai di Anyer, pengangkutan dilanjutkan dengan perahu karet.

Penangkapan lima ABK itu merupakan pengembangan dari pengungkapan satu ton sabu di Anyer pada Kamis (13/7). Polisi mengamankan Lin Ming Hui berperan sebagai boss atau pengendali. Lin ditembak mati karena melakukan perlawanan kepada petugas pada saat dilakukan penangkapan. Tiga tersangka lainnya, yakni Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li telah ditangkap.