Jumat , 28 Juli 2017, 16:44 WIB

Kebun Binatang Surabaya Datangkan Konservator Gajah Sumatra

Rep: Binti Sholikah/ Red: Indira Rezkisari
Antara/Zabur Karuru
Pengunjung menikmati wahana tunggang gajah di Kebun Binatang Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/3).
Pengunjung menikmati wahana tunggang gajah di Kebun Binatang Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/3).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mendatangkan Konservator Gajah dari Sumatra, Nazarudin, untuk melatih mahout (pelatih/perawat gajah) baru. Nazarudin sengaja didatangkan untuk menambah keterampilan dan pembekalan mengenai gajah.

Menurut Nazarudin, pelatihan tersebut penting agar mahout dapat mengerti dan memahami cara merawat gajah dengan benar. "Penanganan gajah tidak boleh sembarangan, mereka harus dibekali pengetahuan agar gajah hidup sejahtera," ucap Nazarudin, melalui siaran pers, Jumat (28/7).

Ketua Forum Mahout Gajah Indonesia tersebut mengatakan seorang mahout tidak hanya bertugas sebagai perawat dengan memberi makan, memandikan, dan melatih gajah. Namun seorang mahout juga bertugas melakukan pengamatan sehari-hari mengenai kesehatan gajah.

"Seorang mahout akan berlatih mengenai cara pendekatan individu dengan gajah. Artinya, penanganan gajah yang benar akan berdampak kepada kesejahteraannya supaya mereka tidak merasa terkekang dan dapat merasakan hidup seperti di habitat alaminya," jelasnya.

Nazarudin menambahkan, seorang mahout yang masih baru membutuhkan pelatihan intensif kurang lebih selama tiga bulan. Pelatihan ini tidak terbatas pada belajar memberikan perintah. Melainkan juga mencakup pengetahuan yang menyeluruh tentang kehidupan gajah.

Pertama-tama, lanjutnya, seorang mahout harus bisa mengambil hati gajah. Hal itu dilakukan agar Gajah dapat mengenali suara mahout untuk dapat memahami perintah lisan.

Pria yang berdinas di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, tersebut menilai para mahout yang ada di KBS bisa menangani gajah dengan baik. Hal itu terlihat dari lima ekor gajah di KBS yang sehat dan cukup terawat. Kesehatan gajah ditandai dengan postur, pola makan hingga perilaku keseharian.

"Ada lima ekor gajah di KBS, yaitu Doa, Hilir, Lembang, Manis dan Gonzales. Mereka tiap hari selalu diajak keliling area KBS untuk perawatan. Kemudian pada siang harinya mandi di kolam dengan para mahout," ujarnya.

Di dalam satu perawatan gajah di KBS, lanjutnya, dilakukan pemberian pakan yang cukup, terdiri dari beras jagung, wortel, rumput, pisang dan pepaya. Sedangkan aktivitas gajah yang diterapkan dalam perawatan gajah di KBS dengan memberikan kesempatan gajah yang ada berinteraksi satu sama lainnya.

"Para mahout telah memberi kesempatan gajah untuk berinteraksi satu sama lainnya, karena kehidupan gajah di hutan adalah berkelompok. Jadi manajemen KBS menerapkan sistem perawatan dengan tidak merampas hak-hak gajah, seperti memberikan kesempatan mereka untuk breeding atau kawin maupun interaksi satu sama lain," terangnya.

Pemilihan mahout baru di KBS diikuti 25 peserta internal, namun hanya terpilih dua orang yang lolos seleksi secara fisik. Artinya, mahout gajah di KBS kini berjumlah tujuh orang.