Kamis , 19 Oktober 2017, 15:12 WIB

BNN Musnahkan Ratusan Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi

Rep: Issha Harruma/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Prayogi
Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukan barang bukti narkoba sebelum dilakukan pemusnahan  (ilustrasi)
Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukan barang bukti narkoba sebelum dilakukan pemusnahan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 191 kg sabu, 520 kg ganja dan 43.450 butir ekstasi di Medan, Kamis (19/10). Narkoba itu merupakan barang bukti yang berhasil diamankan di wilayah Sumatra Utara dan Aceh.

"Kami memusnahkan hasil dari operasi gabungan. Ini satu wujud bukti bahwa kita semua peduli terhadap permasalahan narkotika karena ini menyangkut ancaman generasi bangsa," kata Kepala BNN, Komjen Budi Waseso di lapangan Merdeka Medan, Kamis (19/10).

Laki-laki yang akrab disapa Buwas ini mengatakan, 191 kg sabu yang dimusnahkan merupakan produksi Cina. Sementara 500 kg ganja yang disita berasal dari Aceh. Menurut Buwas, saat ini, produksi ganja terbesar memang berasal dari provinsi ini. "Kalau ekstasi yang kami dapatkan ini produk dari Amsterdam, Belanda. Ini seperti yang kami temukan persis dari 1,2 juta butir pil ekstasi yang lalu. 43 ribu ekstasi diamankan, kita sudah menyelamatkan 43 generasi," ujar dia.

Buwas mengatakan, peran dari pemerintah daerah dalam memberantas narkoba sangat diperlukan, terutama peredaran di tempat hiburan malam. Jika Pemda dan aparat pemerintah tidak fokus dalam hal ini, maka narkoba akan semakin berkembang bebas. Penyalahgunaan barang haram semakin besar

"Hampir setiap tempat hiburan malam itu pasti ada peredaran narkotika. Makanya, komitmen dari pemerintah daerah dan aparatur negara yang ada di daerah termasuk masyarakat (dibutuhkan)," kata Buwas.