Ahad , 13 Agustus 2017, 03:30 WIB

Tim Ekspedisi Evakuasi Ibu yang akan Melahirkan

Red: Ratna Puspita
Republika/Raisan Al Farisi
 Sebuah helikopter milik TNI terbang di Papua. (Ilustrasi)
Sebuah helikopter milik TNI terbang di Papua. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA — Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-2/Mappi mengevakuasi seorang ibu yang akan melahirkan dan seorang pasien korban tersengat aliran listrik dengan menggunakan helikopter ke RSUD Merauke, Papua.

"Evakuasi dilakukan pada Jumat (11/8) sekitar pukul 15.30 WIT karena si ibu yang bernama Christiani Salma berusia 21 tahun dari Distrik Bade akan segera melahirkan bayi kembar sehingga perlu operasi cesar di Merauke," kata Kepala Bagian Operasional Ekspedisi NKRI 2017 Letnan Kolonel Inf Adek Chandra Kurniawan ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Sabtu (12/8).

Menurut dia, evakuasi itu menggunakan Helikopter jenis Bell 412 EP HA-5178, Squadron-11/serbu dari Pusat Penerbang Angkatan Darat dengan Pilot Kapten Cpn Akhmad Mahmudin dan Copilot Letda Cpn Maidiar bersama tim Ekspedisi NKRI. Evakuasi ibu yang akan melahirkan dan korban tersengat aliran listrik ke RSUD Merauke.evakuasi itu perlu dilakukan karena keterbatasan fasilitas di RS Kepi, Mappi dengan harapan mendapatkan fasilitas operasi yang lebih baik sehingga ibu dan si bayinya bisa tertolong.

"Sudah tiga hari ibu Salma, berjuang melawan rasa sakit hingga pada akhirnya harus di pindahkan dari RS Kepi ke RS Merauke karena fasilitas di RS Kepi belum memadai," katanya.

Terkait salah satu pasien yang ikut dievakuasi yakni Aforonarius Momonemo yang terkena sengatan listrik saat memasang umbul-umbul dan bendera merah putih ditempat kerjanya.

"Kalau pasien itu, terjatuh dan terkena kabel putus dengan tegangan tinggi, mengakibatkan syaraf korban mati, kedua kaki luka bakar terutama pada lengan kanannya,"katanya.

Secara terpisah, Komandan Subkorwil-2/Mappi Kapten Inf Pardol bersama perwira penghubung Kodim 1701/Jayapura Mayor Inf Abd Rahim yang malaksanakan proses evakuasi langsung dilapangan mengatakan membantu warga yang membutuhkan itu lebih penting. Evakuasi berjalan dengan aman dan lancar, kedua pasien dipindahkan dengan selamat. Perjalanan pun di tempuh sekitar satu setengah jam untuk mendarat di tanah Merauke.

Sumber : Antara