Ahad , 13 August 2017, 17:12 WIB

Pemprov Jabar Melelang Operator Bus Rapid Transit

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Andri Saubani
Antara/Dewi Fajriani
[ilustrasi] Salah satu Bus Rapid Trans (BRT) saat resmi di operasikan, Makassar, Sulawesi Selatan. BRT juga akan menjadi moda transportasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
[ilustrasi] Salah satu Bus Rapid Trans (BRT) saat resmi di operasikan, Makassar, Sulawesi Selatan. BRT juga akan menjadi moda transportasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perhubungan akan melakukan lelang operator bus rapid transit (BRT). Bus ini akan dioperasikan untuk melayani angkutan tujuan Kota Bandung - Majalaya (Kabupaten Bandung).

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Jabar Dedi Taufik mengatakan, bus ini merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan untuk memfasilitasi transportasi layanan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP). Karenanya akan dilelang kepada pihak ketiga untuk dioperasikan "Kami dapat 10 bus tahun ini ukurannya sedang, kami fokuskan melayani Metro Bandung dari Bandung-Majalaya yang butuh pelayanan karena di sana masih kurang,” kata Dedi beberapa waktu lalu.

Dedi mengatakan, rencananya lelang akan segera dilakukan usai pihaknya menyelesaikan persyaratan administrasi. Yakni menuntaskan pengisian unit tersebut menjadi plat kuning.

Menurutnya, layanan transportasi ini harus menggunakan operator agar pelayanan yang diberikan bisa optimal karena pergerakan bus ini masuk kategori AKDP. Pihaknya tidak langsung menunjuk Damri karena berharap ada semacam beauty contest dari operator lain. “Kalau Damri mau ikut silakan saja, ini karena jalur tersebut tinggi maka harus dilayani maksimal,” ujarnya.

Meski kapasitasnya terbatas hanya 10 unit, Dedi yakin keberadaan bus ini akan sangat membantu transportasi masyarakat. Mengingat daerah-daerah yang dilintasi sangat membutuhkan layanan.

Rencananya bus ini akan melayani trayek dari Kota Bandung-Kabupaten Bandung selama enam kali perjalanan setiap harinya setiap satu unit bus. Rutenya sendiri dari Terminal Leuwipanjang-Kopo-BKR-Moch.Toh­a-Dayeuhkolot-Ciparay dan berakhir di Terminal Majalaya.

Ia menyebutkan, berdasarkan perhitungan biaya kontrak, layanan ini total kontraknya dianggarkan Rp 2,39 miliar. "Rencana pembayarannya Rp5.602,85/kilometer. Keseluruhan biaya kontrak sudah kita anggarkan," ujarnya.

Data Dishub Jabar, dengan panjang lintasan 27,5 kilometer lebih, bus sedang ini rencananya beroperasi melayani masyarakat umum dari pukul 06.00-18.00 WIB. Adapun, untuk tiket jarak tersebut masyrakat akan dikenakan tarif Rp 5.000.