Ahad , 13 August 2017, 16:06 WIB

Tim Disnak Sukabumi Dikerahkan Awasi Kesehatan Kurban

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andri Saubani
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
[ilustrasi] Peternak menjajakan domba miliknya di Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/8).
[ilustrasi] Peternak menjajakan domba miliknya di Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/8).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI—Petugas Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi akan dikerahkan untuk mengawasi kesehatan hewan kurban. Targetnya, tidak ada hewan yang tidak layak dan berpenyakit yang diperjualbelikan pedagang.

"Rencananya, pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan pada 21-31 Agustus mendatang,'' ujar Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi Iwan Karmawan kepada Republika Ahad (13/8). Sasaran pemantauan terang dia adalah peternakan penyedia hewan kurban maupun lapak-lapak yang memperjualbelikan hewan kurban di pinggiran jalan.

Dari pantauan di lapangan, lapak hewan kurban mulai banyak berdiri seperti di kawasan Kecamatan Cisaat. Upaya pengawasan ini lanjut dia dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk Disnak.

Petugas nantinya kata Iwan, akan memeriksa kesehatan hewan kurban yang ada di lapak maupun kandang. Jika hasil pemeriksaan hewan terbukti sehat sambung dia maka akan diberikan kalung dan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Sebaliknya, ujar Iwan, bila terbukti sakit maka petugas melarang penjualan hewan kurban karena tidak layak jual. Alasannya, kata dia, bila tetap dipaksakan untuk dijual maka akan membahayakan kesehatan masyarakat.

Selain mengawasi kesehatan hewan kurban lanjut Iwan, petugas juga diterjunkan pada saat proses pemotongan hewan kurban pada momen Idul Adha. "Tim dikerahkan ke masjid-masjid dan tempat pemotongan hewan (TPH)," cetus dia. Upaya ini kata dia dilakukan untuk memantau proses pemotonga hewan kurban berjalan dengan baik dan sesuai standar kebersihan serta kesehatan.

Di sisi lain, ujar Iwan, permintaan hewan kurban di Sukabumi diperkirakan naik sekitar 10 persen dibandingkan sebelumnya. Kenaikan ini terang dia telah disikapi pemerintah dengan menyiapkan stok hewan kurban yang memadai.

Stok hewan kurban jenis sapi misalnya saat ini tersedia sekitar 5.000 ekor. Sementara hewan kurban lainnya yakni kerbau sebanyak 100 ekor, domba sebanyak 21 ribu ekor, dan kambing sebanyak 1.500 ekor.

Khusus untuk sapi, ungkap Iwan, berasal dari tiga peternakan sapi potong yang ada di Sukabumi. Ketiga peternakan itu yakni PT Karyana Gita Utama (KGU) di Kecamatan Cicurug, PT Nas di Kecamatan Sukaraja, dan PT Cipriangan Jaya di Kecamatan Cireunghas.

Salah seorang warga Cisaat, Diana R (38 tahun) mengatakan, keberadaan lapak-lapak hewan kurban mulai banyak berdiri di sekitar jalan utama Sukabumi-Bogor. '' Petugas Dinas Peternakan harus memantau kesehatan hewan kurban di sana agar tidak terjadi penjualan kurban yang tidak sehat,'' imbuh dia.