Ahad , 13 Agustus 2017, 18:30 WIB

PUPR Tambah Alat Pembersih Enceng Gondok Rawapening

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Andri Saubani
Republika/Bowo Pribadi
 Petugas menggunakan alat berat mengangkat enceng gondok dari permukaan danau alam Rawapening, kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Petugas menggunakan alat berat mengangkat enceng gondok dari permukaan danau alam Rawapening, kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah empat unit alat pembersih enceng gondok untuk dioperasikan di danau Rawapening, Kabupaten Semarang. Penambahan keempat alat pembersih enceng gondok tersebut untuk mengupayakan pembersihan gulma air yang selama ini menutup lebih dari dua pertiga permukaan danau alam tersebut.

“Saya belum mengecek, apakah sudah sampai dilokasi atau belum, tetapi Kementerian PUPR menambah empat alat pembersih enceng gondok lagi untuk Rawapening,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, di sela kegiatan Festival Jalan Tol PT Jasa Marga, di kompleks gerbang tol Salatiga, Ahad (13/8).

Menurutnya, penambahan empat unit alat pembersih gulma air ini bukan untuk mempercepat. Namun, dimaksudkan agar upaya untuk membersihkan gulma enceng gondok di permukaan Rawapening bisa lebih efektif.

Karena, sasaran utama pembersihan ini adalah membuat ruang air menjadi lebih baik. Dengan tertutupnya permukaan Rawapening hingga tiga perempat luas tamping air mengakibatkan gangguan sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar danau alam ini.

Fungsi Rawapening sebagai daya dukung sumber daya alam menjadi tidak optimal akibat berbagai persoalan lingkungan yang diakibatkannya. Mulai dari pendangkalan (sedimentasi), menurunnya kualitas air bagi budi daya perikanan hingga terganggunya industri pariwisata. “Semoga penambahan empat unit alat pembersih enceng gondok ini akan mampu meningkatkan efektivitas dalam mengatasi gulma air di danau Rawapening ini,” tegas Basuki.

Terpisah, Bupati Semarang, Mundjirin mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Kementerian PUPR di danau Rawapening mulai memberikan harapan. Saat ini sekitar 50 hektare tutupan gulma air ini telah berhasil dibersihkan.

Sehingga, permukaan air yang terbuka sudah mulai terlihat di permukaan danau ini. Bahkan jika digunakan untuk jalur lomba dayung sudah sangat memungkinkan. “Saat ini tengah dikaji, apakah permukaan yang terbuka ini layak atau tidak,” katanya.

Meski begitu, masih kata bupati, dalam waktu dekat masyarakat yang ada sekitar danau Rawapening hendak menggelar lomba perahu dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72. “Artinya untuk dikembangkan sebagai venue olahraga air --khususnya cabang dayung—Rawapening sangat potensial,” tandasnya.