Senin , 21 Agustus 2017, 01:34 WIB

Freeport Beroperasi Normal Hari Ini Usai Perusakan Aset

Red: Indira Rezkisari
Antara
Sejumlah kendaraan roda dua milik karyawan PT Freeport Indonesia tergeletak pascadirusak karyawan korban PHK PT Freeport Indonesia yang berunjuk rasa di Cek Point Mile 28, Timika, Papua, Sabtu (19/8).
Sejumlah kendaraan roda dua milik karyawan PT Freeport Indonesia tergeletak pascadirusak karyawan korban PHK PT Freeport Indonesia yang berunjuk rasa di Cek Point Mile 28, Timika, Papua, Sabtu (19/8).

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Sony Prasetyo, menyatakan operasi perusahaan PT Freeport akan segera berjalan normal pada Senin (21/8). Sebelumnya terjadi aksi anarkis mantan karyawan perusahaan tambang asal Amerika itu di Timika, Papua, pada Sabtu (19/8).

"Besok perusahaan sudah berjalan normal meskipun masih ada bekas puing-puing tapi kita usahakan untuk normal," kata Sony di Timika, Ahad (20/8) malam.

Menurut dia, saat ini pihak perusahaan sedang melakukan pembenahan serta pemulihan usai aksi perusakan aset perusahaan oleh mantan karyawan Freeport pada Sabtu (19/8), dengan membersihkan sisa-sisa dan berusaha kembali pada normal termasuk memperbaiki kerusak yang ada. "Sekarang yang penting operasi perusahaan jangan terhenti terutama dilihat dari pengiriman karyawan ke atas (Tembagapura) dan pengiriman logistik," ujarnya.

Sony mengatakan setelah insiden perusakan dan pembakaran aset Freeport, manajemen mengentikan sementara konvoi bus yang mengantar karyawan ke Tembagapura atas pertimbangan dan saran dari pihak keamanan. Terkait kemungkinan adanya permintaan penambahan personil keamanan di area operasi Freeport menurut Sony pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan.

"Saya kira dari peristiwa tadi malam pihak keamanan akan lakukan evaluasi, kita akan ikut saja apakah ada penambahan atau tidak," ujar dia.



Sumber : Antara