Selasa , 12 September 2017, 18:37 WIB

Gerindra Cabut Dukungan Demiz-Syaikhu, Ini Kata PKS

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Teguh Firmansyah
Republika/Edi Yusuf
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah DPW PKS Jawa Barat Oded M. Danial mengatakan partainya akan kembali berkomunikasi dengan Partai Gerindra.

Hal ini setelah Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi menyatakan menarik kembali dukungan terhadap pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. 

"Kalau ada yang masih punya pandangan lain di daerah ya ini perlu silaturahmi saja, ketemu, komunikasi.  Pandangan-pandangan di lapangan seperti apa dikomunikasikan," kata Oded kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (12/9).

Oded mengatakan, pencalonan pasangan Deddy Mizwar (Demiz) dan Ahmad Syaikhu sudah disetujui pimpinan kedua partai yang akan berkoalisi yakni Gerindra dan PKS. Karenanya di tingkat wilayah pihaknya mengikuti keputusan tersebut.

Ia menilai jika di satu pihak ada keberatan dan pandangan tersendiri terkait pencalonan yang telah disetujui merupakan hal biasa dalam dunia politik. Namun perbedaan pandangan tersebut harus dikomunikasikan di antara kedua partai.

"Kita menjalankan keputusan DPP. Itu keputusan pusat dengan dua partai di atas. Adapun sekarang ada pihak-pihak yang masih belum sinkron satu suara ini perlu dari baik di tingkat wilayah dan pusat silaturahimnya. Komunikasinya harus dijalankan," ujarnya.

Menurut Oded, pihaknya masih mendukung Syaikhu mendampingi Demiz dalam Pilgub Jabar. Ia menyebutkan hal tersebut sudah merupakan keputusan partai di tingkat pusat yang bahkan telah disetujui dua ketua umum.

Terkait komunikasi Gerindra dengan partai politik lainnya, Oded menilai hal tersebut merupakan hak parpol. Ia tidak mempermasalahkan, apalagi politik bersifat dinamis. Ia yakin koalisi PKS dan Gerindra masih tetap solid. Dukungan tambahan dari partai lainnya justru akan menambah kekuatan untuk memenangkan Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Sebelumnya Mulyadi menyatakan DPD Gerindra Jawa Barat menarik dukungan kepada Demiz dan Syaikhu. Syaikhu dinilai tidak yakin menang dengan pernyataan yang dikeluarkan yakni belum terkenal di Jawa Barat. Sementara Demiz juga disebut tidak melanjutkan administrasi partai untuk menjadi kader Gerindra dan menandatangi fakta integritas sebagai syarat dukungan dari Gerindra.