Rabu , 20 September 2017, 16:06 WIB

Debit Air Menyusut, Waduk Dempok Kekeringan

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Karta Raharja Ucu
Foto : MgRol_93
 Ilustrasi kekeringan
Ilustrasi kekeringan

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Debit Waduk Dempok yang berada di Desa Gampingan, Kecamatan Paga, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kian menurun. Sekitar sejak Juli 2017 lalu, waduk tersebut mengalami kekeringan sehingga mengakibatkan debit air semakin menyusut.

Situasi tersebut berdampak kepada para pemilik keramba di sekitar waduk. Salah satu pemilik keramba Wondo mengaku harus terpaksa memanen ikan lebih dini. Sebab, jika tidak dilakukan upaya itu akan berdampak buruk pada penghasilannya.

Menurut Wondo, ikan yang hidup di waduk mengering akan mati. Hal ini karena kandungan lumpur yang semakin banyak akan berpengaruh negatif pada ikan-ikan yang berada di waduk.

"Ya harus segera dipanen, karena jika kena lumpur mati semua jadi harus diambil," ujar Wondo saat ditemui wartawan di Waduk Dempok, Malang, Rabu (20/9).

Pemilik keramba di Waduk Dempo sejak 1977 ini menjelaskan, kondisi kekeringan dan penyusutan debit air bukan hal yang baru baginya. Situasi ini sebenarnya selalu terjadi setiap tahunnya sehingga para perambak sudah memiliki solusi. Agar tidak rugi karena musim kemarau, para pembudidaya ikan biasanya sudah mulai memanen lebih awal.

Secara keuntungan, Wondo mengatakan, keuntungan yang didapat dari budidaya ikan karamba tidak menentu. Cuaca dan kondisi waduk turut mempengaruhi penghasilan budidaya ikan karamba. "Kalau yang pakai apung, ruginya tidak banyak walaupun sedikit untungnya. Tapi kalau karamba kan jumlahnya lebih besar, jadi seumpama kena banjir gitu ya lunas, bahkan dulu ada yang rumahnya sampai terjual karena rugi," ucap dia.