Kamis , 21 September 2017, 09:26 WIB

BNN dan Dinkes Yogyakarta Gelar Tes Urin Dadakan

Rep: ERIC ISKANDARSYAH/ Red: Winda Destiana Putri
google
Tes urine (ilustrasi)
Tes urine (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Narkotika Basional (BNN) Kota Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menggelar tes urin dadakan di lingkungan wilayah Kecamatan Tegalrejo, beberapa waktu lalu. Bertempat di salah satu ruangan kantor Kecamatan Tegalrejo, para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Yogyakarta yang berada di wilayah kerja Kecamatan Tegalrejo satu persatu melakukan tes urine.

Tidak hanya pegawai kecamatan Tegalrejo, tetapi juga pegawai sekolah negeri baik SD hingga SMP serta dinas Kota Yogyakarta. Pemeriksaan yang dilakukan sejak pagi hingga siang, menyasar sekitar 400-an ASN di wilayah kerja Kecamatan Tegalrejo. Sebelum pelaksanaan tes urine, mereka terlebih dahulu melakukan pendaftaran yang dilanjutkan dengan wawancara. Terakhir, barulah sampel urine diberikan kapada petugas untuk diperiksa.

Menurut salah satu petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, tes ini dilakukan sejak bulan Maret yang lalu dengan sasaran khusus ASN Kota Yogyakarta dengan tujuan untuk mencegah pengunaan narkotika psikotropika dan zat aditif lainnya (napza) di kalangan ASN. "Dengan dilakukan tes urine dadakan ini, harapan kami adalah ASN Kota Yogyakarta tidak akan berani macam-macam dengan narkoba, karena sangsinya akan sangat berat, ujar Kepala Seksi Berantas BNN Kota Jogja, Kompol Sahrur dalam keterangan pers, Kamis (21/9).

Ada 6 komponen zat yang akan diperiksa oleh BNN dimana salah satu zat biasa ditemukan dalam obat-obat yang umum dijual di pasaran. Untuk itu, pada sesi wawancara, petugas akan menanyakan apakah yang bersangkutan selama 7 hari terakhir mengkonsumsi obat atau jamu.

Bila dalam pemeriksaan pertama ditemukan indikasi yang bersangkutan mengonsumsi napza, maka akan didalami oleh BNN Kota apakah yang bersangkutan dalam pengawasan dokter atau sedang mengonsumsi obat berdasarkan resep dokter. BNN Kota juga akan mendalami bila yang bersangkutan terlibat jaringan sehingga akan jelas penangannya.

Camat Tegalrejo, Sutini Sri Lestari mengatakan keyakinannya bahwa tidak ada ASN di kecamatan Tegalrejo yang terlibat atau mengonsumsi napza.

Sumber : Center