Kamis , 21 September 2017, 13:07 WIB

Muslim Bali Berdoa Bersama untuk Gunung Agung dan Rohingya

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Nidia Zuraya
Antara/Nyoman Budhiana
Warga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9).
Warga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Muslim Bali, khususnya yang berdomisili di Denpasar dan sekitarnya tak ketinggalan merayakan momen Tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram 1439 Hijriyah atau Kamis, 21 September 2017. Mereka menggelar doa bersama terkait Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang berstatus siaga juga doa untuk saudara-saudara di Rohingya.

"Kami mendoakan semoga status Gunung Agung kembali normal dan warga Bali dilindungi dari bencana alam, terutama penduduk sekitarnya," kata Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Denpasar, Misbahul Munir, Kamis (21/9).

Gunung Agung yang menjadi gunung suci umat Hindu Bali berstatus level tiga atau siaga sejak 18 September 2017. Ratusan pengungsi mendatangi posko-posko yang dipusatkan di empat titik utama, yaitu Lapangan Desa Manggis di Kecamatan Manggis, Desa Ulakan di Karangasem, Desa Les di Buleleng, dan Desa Kerthagosa di Klungkung.

Misbahul mengatakan selain doa bersama, Muslim Bali juga menggelar jalan sehat santri untuk tahun ketiga. Mereka juga menggalang dana untuk saudara-saudara di Rohingya, Myanmar yang disalurkan melalui Dompet Sosial Madani. Total dana terkumpul mencapai Rp 17,6 juta di mana sebagian besarnya sumbangan santri yang hadir.

Kepala Seksi Pendidikan Islam di Kementerian Agama Kota Denpasar, Ninik Surani mengapresiasi kegiatan yang diadakan FKDT dan Kelompok Kerja Taman Pendidikan Alquran (Pokja TPQ) Kota Denpasar, serta Dompet Sosial Madani tersebut. Acara ini dihadiri lebih dari 12 ribu peserta dan digelar di Lapangan Bajrasandhi Niti Mandala Renon, Denpasar.

"Tahun ini banyak kegiatan sosialnya. Masyarakat antusias dan peduli sesama, juga saling bersilaturahmi," kata Ninik.

Ninik mengatakan kegiatan ini juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Tema jalan sehat tahun ini adalah 'Dengan Jalan Sehat Santri Kita Wujudkan Generasi Islam yang Sehat Jasmani dan Rohani.' Pentas seni antarsantri TPQ, layanan kesehatan, bazar, penggalangan dana kemanusiaan, hingga pemberian hadiah utama berupa paket umrah pun dilakukan.