Ahad , 24 September 2017, 06:16 WIB

Atraksi Budaya Beri Warna Festival Pesona Palu Nomoni 2017

Red: Hazliansyah
dok: ist
Festival Palu Nomoni
Festival Palu Nomoni

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Perhelatan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2017 berlangsung meriah. Acara pembukaan yang berlangsung pada Jumat (29/) malam kemarin dihadiri ribuan masyarakat kota Palu, Sulawesi Tengah. Penggebuk Drum Indonesia Gilang Ramadhan yang berkolaborasi dengan Group Sangu Patuju tampil sebagai pembuka.

Antusias masyarakat Palu sudah memadati lokasi acara sejak pukul 16.30 Wita, masyarakat telah memadati kawasan pesisir pantai Teluk Palu di Kelurahan Talise, sekaligus menyaksikan indahnya Teluk Palu waktu petang alias saat matahari terbenam.

Walikota Palu Hidayat mengatakan, FPPN kali ini berbarengan dengan Pekan Budaya Indonesia yang ke-3.

"Hadirnya ribuan masyarakat di festival ini tidak hanya untuk menyaksikan penampilan budaya dan tarian-tarian tetapi juga wujud sikap nasionalisme warga yang turut serta berpartisipasi untuk memperingati hari jadi kota Palu yang ke-39," ujar Hidayat dalam pernyataan tertulis, Sabtu (23/9).

Hadir di tempat acara, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Putu Ngurah. Ia mengatakan penyelenggaraan FPPN 2017 akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Serta menumbuhkan serta memacu iklim investasi ekonomi di sektor industri pariwisata, budaya, ekonomi kreatif dan IKM/UKM di kota Palu.

"Event ini menjadi ruang promosi wisata dengan keanekaragaman budaya dan adat istiadat di kota Palu. Serta membangun dan menggalang kemitraan dengan pelaku pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif, perusahaan, perhotelan, perbankan dan sektor jasa serta stakeholder lainnya di kota Palu, ini geliatnya akan terasa ke masyarakat," kata Putu Ngurah.

Festival yang diselenggarakan selama lima hari ini dihadiri Kesultanan Pahang dari Malaysia yang ikut memeriahkan acara. Selain ritual tradisi, juga diangkat seni pertunjukan dengan menggunakan alat musik tradisional seperti Gimba, Lalove, Kakula, Kecapi, Rebana, Gamba-gamba, festival kembang api dan lainnya.

Selain itu, berbagai pertunjukan juga menonjolkan seni multimedia dan kolaboarasi lintas etnis nusantara yang terwakilkan dalam paguyuban di kota Palu dalam panggung Seni Budaya Nusantara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran FPPN 2017. Menteri asal Banyuwangi itu menyebut Palu harus berkembang menjadi destinasi wisata berkelas internasional. Karena itu gunakan standart global, jika ingin menjadi pemain kelas dunia.

"Kemenpar akan mendukung untuk Go Internasional, karena Palu juga sudah membuktikan saat GMT Gerhana Matahari Total 2016 lalu paling heboh, paling ramai diantara 12 titik yang heboh diserbu wisman. PATA 2016 memberi penghargaan kepada Indonesia sebagai negara kreatif dalam memasarkan fenomena alam. Palu adalah penyelenggara yang terbaik," ujar Menpar Arief Yahya.