Ahad , 24 September 2017, 20:50 WIB

Luhut Sampaikan Sumbangan untuk Pengungsi Gunung Agung

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Endro Yuwanto
Antara/M Agung Rajasa
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Kepala BIN Sutiyoso (kanan) dan Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) menghadiri rapat kerja dengan Komisi III di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta,
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Kepala BIN Sutiyoso (kanan) dan Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) menghadiri rapat kerja dengan Komisi III di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta,

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi wilayah Karangasem, Bali untuk melihat situasi terakhir Gunung Agung, Ahad (24/9). Luhut juga mengunjungi penduduk terdampak Gunung Agung di pengungsian.

Saat kedatangannya di tempat pengungsian Karangagung, Luhut juga menyampaikan sumbangan dari panitia IMF-World Bank. Ia menyampaikan sumbangan sebesar Rp 900 juta untuk pengungsi Gunung Agung.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat puluhan ribu orang yang bisa terdampak jika Gunung Agung meletus. Sebanyak 49.485 orang menetap di enam desa yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Agung.

Hanya saja, setelah menyambangi lokasi pengungsian, Luhut mengatakan ia mendapat berita bahwa situasi bisa beranjak membaik. "Tadi saya diberitahu oleh posko bahwa situasi sekarang agak membaik. Semoga akan semakin baik lagi," ujar Luhut.

Meskipun begitu, Luhut menjelaskan saat ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum bisa memprediksi perkiraan waktu letusan maupun penurunan aktivitas Gunung Agung. Sebab, gunung tersebut tidak dapat dibandingkan dengan gunung berapi lain seperti Sinabung di Sumatra Utara yang dalam lima tahun terakhir ini masuk level awas.

Dalam sebulan terakhir, Gunung Agung menunjukkan aktivitas kegempaannya yang terbesar. Aktivitas tersebut terlihat setelah Gunung Agung terakhir kali meletus pada 1963 dan menewaskan 1.148 orang.

Luhut menuturkan, kedatangannya ke Bali untuk melihat situasi terakhir karena akan ada pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia pada 2018 di Pulau Dewata, Bali. Luhut bahkan sudah membicarakan antisipasi lokasi cadangan jika situasi Gunung Agung memburuk.

Menko Maritim ini menegaskan sudah mmebicarakan hal tersebut dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. "Rencana kontingensi itu harus ada. Kita tunggu sekitar dua pekan ke depan sambil berdoa semoga keadaan ini membaik," kata Luhut.

TAG

Berita Terkait