Selasa , 26 September 2017, 15:21 WIB

Malioboro tanpa PKL, Wisatawan Senang Juga Bingung

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Wahyu Suryana
Suasana Malioboro tanpa pedagang kaki lima, Selasa (26/9).
Suasana Malioboro tanpa pedagang kaki lima, Selasa (26/9).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemandangan berbeda terjadi di Malioboro hari ini. Pasalnya, pedagang kaki lima yang biasanya menumpuk di hampir setiap sudut salah satu ikon Kota Yogyakarta tersebut tidak berjualan selama satu hari.

Kondisi itu membuat sejumlah wisatawan senang bercampur bingung. Hal itu dikarenakan mereka yang sudah bersiap untuk menyusuri penuhnya Malioboro, malah mendapati Malioboro yang sejuk tanpa ada hiruk pikuk tawar menawar yang biasanya terjadi. Sebagian besar wisatawan mengaku senang Malioboro bisa sejuk seperti hari ini. Terlebih sampah-sampah yang bisasanya berserakan seakan hilang dari pemandangan.

Mereka pun tampak begitu leluasa menyusuri jalan-jalan, berswafoto maupun duduk-duduk di bangku yang ada. Gusyen salah satunya, dara asal Makassar yang beberapa hari terakhir sering ke Malioboro ini mengaku senang melihat pemandangan yang ada hari ini. Apalagi, Senin (25/9) kemarin, Malioboro masih dipenuhi berwarna-warni pedagang, lengkap dengan becak-becak yang terparkir di sisi-sisi jalan.

"Senang, lebih enak karena bersih, tidak bau, sebagai pejalan kaki merasa nyaman karena lumayan sering ke Malioboro," kata Gusyen yang tengah duduk di salah satu bangku trotoar yang ada di Malioboro, Selasa (26/9) pagi.

Bahkan, Gusyen yang menginap tidak jauh dari Malioboro ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta. Sejak pukul 06.00 WIB, Gusyen ikut serta membersihkan sampah-sampah yang berserakan, menggunakan sapu dan pengki yang disediakan.

Senada, Putri dari Riau menuturkan, kegiatan ini memang bagus karena demi kepentingan bersama. Terlebih, Malioboro merupakan salah satu ikon Kota Yogyakarta, sehingga kalau Malioboro bersih tentu akan mencerminkan wajah Kota Yogyakarta yang bersih. "Kita dukung, mudah-mudahan bisa bersih tiap hari," ujar Putri.

Namun, suasana Malioboro yang kosong dari pedagang kaki lima membuat sebagian wisatawan juga bingung. Pasalnya, sebagian wisatawan mengetahui kalau Malioboro merupakan tempat membeli oleh-oleh. Namun hari ini ternyata tidak ada pedagang kaki lima.

Astri, salah satunya, mengaku sempat bingung melihat Malioboro yang ternyata tidak ada pedagang kaki lima sama sekali. Namun, ia mengaku tidak khawatir karena toko-toko resmi yang ada sekitaran Malioboro memang tetap buka, dan bisa tetap berbelanja oleh-oleh khas Yogyakarta.

"Tadi bingung, kok enggak ada pedagang, tapi untuk yang toko-toko masih buka jadi tetap bisa berlelanja," kata Astri yang merupakan wisatawan asal Jakarta.

Malioboro memang dijadwalkan terbebas dari pedagang kaki lima dan penjaja jasa becak, pada Selasa (26/9) Wage, mulai 00.00 hinga 24.00. Ini merupakan rangkaian peringatan HUT Kota Yogyakarta ke 261, dan salah satunya diisi dengan kegiatan bersih-bersih Malioboro.