Sabtu , 07 Oktober 2017, 09:33 WIB

Cianjur Bentuk Relawan Antinarkoba Hingga ke Desa

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah
dokrep
 Gabungan aktivis anti narkoba menggelar aksi teatrikal dalam rangka bulan keprihatinan korban narkoba di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/5).
Gabungan aktivis anti narkoba menggelar aksi teatrikal dalam rangka bulan keprihatinan korban narkoba di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/5).

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Kabupaten Cianjur akan membentuk relawan antinarkoba dari tingkat kabupaten hingga desa. Langkah ini dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba yang dikhawatirkan merusak generasi muda. "Rencananya akan dibentuk relawan antinarkoba hingga ke desa-desa," ujar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar kepada wartawan Jumat (6/10).

Keberadaan relawan ini lanjut dia untuk memberikan pemahaman akan dampak negatif narkoba. Menurut Irvan, pemkab juga menggiatkan tes urine untuk mendeteksi penggunaan narkoba di kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan, Bupati Cianjur sudah terlebih dahulu menjalani tes urine pada Kamis (5/10) di Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur.

Irvan menerangkan, pelaksanaan tes urine untuk menunjukkan seseorang tidak menggunakan narkoba. Oleh karena itu lanjut dia setiap PNS harus berani melakukan tes urine untuk mencegah menggunakan narkoba. Kepala BNNK Cianjur Basuki mengatakan, pembentukan relawan anti narkoba ini sangat positif dalam pencegahan penggunaan narkoba. "Para relawan ini nantinya akan diberikan pelatihan," imbuh dia.

Selepas itu, Basuki mengatakan, para relawan di lapangan akan mendapatkan pemantauan dari BNNK. Harapannya lanjut dia para relawan bisa berkontribusi positif dalam penanganan narkoba di Cianjur.
 
Basuki menuturkan, BNNK menyambut positif adanya tes urine bagi kalangan PNS. Bahkan lanjut dia Bupati Cianjur telah terlebih dahulu melaksanakannya. Hal ini kata dia menunjukkan adanya komitmen kuat dari Pemkab Cianjur agar bersih dari narkoba.