Jumat , 06 Oktober 2017, 10:55 WIB

Jokowi: Jalan Kaki Tiga Kilometer Itu Biasa

Red: Andi Nur Aminah
Antara/Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) menyapa warga ketika berjalan kaki menuju lokasi Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten Kamis (5/10).
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) menyapa warga ketika berjalan kaki menuju lokasi Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten Kamis (5/10).

REPUBLIKA.CO.ID, TARAKAN -- Presiden Joko Widodo mengaku sudah terbiasa berjalan kaki. Karena itu dia mengaku cukup kuat berjalan sepanjang tiga kilometer untuk mencapai tenda kehormatan Upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Kamis (5/10) kemarin.

"Setiap hari jalan kaki, biasa hanya tiga kilometer saja. Kayak jalan kaki 1.000 kilometer saja," kata Presiden menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau pembangunan Embung Rawasari di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (6/10).

Jokowi mengaku memutuskan jalan kaki setelah dia menunggu di dalam mobil selama setengah jam. "Karena saya nunggu di mobil setengah jam," ungkapnya.

Sebelumnya pada Kamis (5/10) pagi, Presiden terpaksa berjalan kaki karena rombongan kendaraan kepresidenan tertahan oleh lalu lintas kendaraan dan juga warga yang hendak melihat acara Peringatan HUT Ke-72 TNI. Sejumlah pejabat pemerintah juga akhirnya turut berjalan kaki mengikuti Presiden yaitu Menteri Pupera Basuki Hadimuljono, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki serta para pejabat tinggi dan menengah TNI.

Menurut laporan Antara, kepadatan lalu lintas sudah terjadi sejak di Jalan Alternatif Tol Merak menuju pelabuhan.
Antrean kendaraan mobil pribadi, umum maupun truk memanjang hingga jembatan layang pelabuhan.

Sumber : Antara