Sabtu , 07 October 2017, 02:10 WIB

Dinkes Tasikmalaya Perkuat Peran Posyandu

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Winda Destiana Putri
Antara/Reno Esnir
Sejumlah warga mengantre di Posyandu saat peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tanah Abang 3 di Jakarta Pusat, Kamis (24/3).
Sejumlah warga mengantre di Posyandu saat peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tanah Abang 3 di Jakarta Pusat, Kamis (24/3).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya memprediksi rata-rata harapan hidup warga setidaknya tidak lebih dari 70 tahun. Sebagai upaya solusi, Dinkes memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Tasikmalaya Yosep Yustisiawandana mengatakan Posyandu salah satu bentuk upaya kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)] yang dalam rangka pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat. Menurutnya, Posyandu memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, khususnya mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

"Saat ini angka harapan hidup di Kabupaten Tasikmalaya masih di bawah 70 tahun. Tujuan dari pertemuan kami sekarang adalah harus semakin berdampak baik terhadap harapan hidup masyarakat, dan semakin baiknya tingkat jaminan kesehatan masyarakat," katanya, Jum'at (6/10).

Yosep menyatakan keberadaan seorang ibu ketika hamil harus menjadi perhatian secara formal dari petugas kesehatan termasuk dari petugas posyandu. Sehingga angka harapan hidup bayi meningkat.

"Jangan ada sekat antara para petugas kesehatan di tengah masyarakat, samakan visi bahwa peningkatan derajat kesejahteraan kesehatan masyarakat itu lebih utama dengan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Angka kematian ibu dan anak harus ditekan semaksimal mungkin," ujarnya.