Jumat , 06 Oktober 2017, 23:53 WIB

Sopir Angkot dan Transportasi Daring di Cirebon Berdamai

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andri Saubani
Republika/Riga Nurul Iman
[ilustrasi] Para sopir angkot berdemonstrasi menolak keberadaan angkutan berbasis aplikasi (online).
[ilustrasi] Para sopir angkot berdemonstrasi menolak keberadaan angkutan berbasis aplikasi (online).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sikap awak angkutan konvensional dan daring (online) di Kota Cirebon patut ditiru oleh daerah lain. Setelah sempat berseteru hingga membuat suasana Kota Cirebon memanas, kedua belah pihak sepakat berdamai.
 
Kesepakatan damai itu ditunjukkan melalui pembacaan ikrardamai dalam apel bersama yang digelar di halaman Mapolres Cirebon Kota, Jumat (6/10). Pembacaan ikrar yang merupakan kelanjutan dari kesepakatan bersama itu dilakukan oleh perwakilan kedua belah pihak dan disaksikan pejabat Forkompinda Kota Cirebon, anggota Polres Cirebon Kota, TNI hingga ormas.
 
Dalam ikrar damai tersebut, sopir angkutan konvensional dan online sepakat untuk tidak melakukan sweeping, tindakan anarkistis, dan tindakan lain yang merugikan kedua pihak dan masyarakat umum. Mereka pun tidak akan melakukan tindakan balas dendam apabila terjadi aksi sweeping oleh salah satu pihak dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
 
Suasana akrab pun terlihat usai peserta membacakan ikrar damai. Tidak hanya itu, para sopir angkutan konvensional dan online makan bersama di aula Mapolres Cirebon Kota. Bahkan, perwakilan sopir online dan konvensional saling menyuapi makanan sebagai tanda keakraban.
 
"Angkutan konvensional adalah saudara kita, jadi kita akan berusaha terus menjaga kekeluargaan ini, kata salah satu pengemudi ojek online," Joko.
 
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis mengatakan, kesepakatan ikrar damai yang ditunjukkan oleh sopir angkutan konvensional dan online di Kota Cirebon bisa ditiru oleh wilayah lain yangmemiliki persoalan serupa. Dia menilai, kedua transportasi itu merupakan salah satu penunjang perkembangan sebuah wilayah.
 
"Angkutan konvensional dan online memiliki peran penting dalam perkembangan Kota Cirebon," tegas Azis.