Sabtu , 07 Oktober 2017, 08:33 WIB

Tulungagung Mulai Fokus Kembangkan Potensi Pariwisata

Red: Hazliansyah
Republika/Wihdan Hidayat
Wisatawan menikmati senja di Pantai Patuno, Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Wisatawan menikmati senja di Pantai Patuno, Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai mengembangkan potensi pariwisata seiring terbukanya akses infrastruktur melalui Jalur Lintas Selatan ke wilayah paling selatan Provinsi Jawa Timur itu.

"Memang sejak Jalur Lintas Selatan mulai dibangun tumbuh ekonomi baru di Kabupaten Tulungagung," ujar Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, di sela acara Gelar Seni Budaya Tulungagung di Surabaya, Jumat malam.

Untuk pengembangan sektor pariwisata, dia menjelaskan, Kabupaten Tulungagung memang baru mengawali.

"Karena sejak saya dipercaya masyarakat untuk menjadi Bupati Tulungagung di tahun 2013, ternyata sama sekali masih belum memiliki Peraturan Daerah tentang Pariwisata," katanya.

Menurut dia, hingga tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Tulungagung sama sekali tidak memiliki pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. "PAD-nya nol dari sektor pariwisata," ujarnya.

Perda Pariwisata Tulungagung, lanjut dia, baru dibuat pada tahun lalu dan sejak itulah mulai digenjot potensi yang ada dan Syahri merasa terbantu dengan dibangunnya akses infrastruktur Jalur Lintas Selatan.

Dia mencontohkan, dulu Pantai Gemah di Tulungagung sama sekali tidak pernah terdengar. "Ketika dibuka Jalur Lintas Selatan, sekarang Pantai Gemah jadi ikon baru," katanya.

Saat baru pertama kali dibuka belum lama lalu, dalam kurun waktu tiga bulan saja pendapatan pariwisata Pantai Gemah mencapai Rp450 juta. Selain itu, Syahri menambahkan, Tulungagung kini juga memiliki pariwisata Pantai Sine.

"Pantai Sine ini dulu orang ke sana tidak mau. Sekarang infrastrukturnya baik, sarana dan prasarana sudah kami siapkan. Ibu-ibu setempat kini banyak menjual kuliner ikan asap menyambut banyaknya wisatawan, sehingga kalau gelombang tinggi suaminya tidak melaut perekonomian keluarga tidak goyah karena sudah ada usaha sampingan," ujarnya.

Bupati Syahri saat ini memang memprioritaskan pengembangan wisata pantai karena Tulungagung, memiliki garis pantai sepanjang 54 kilometer dengan karakteristik yang berbeda-beda.

"Sebagai contoh kami juga memiliki Pantai Kedung Tumpang yang karakteristiknya agak ekstrim karena terdapat kolam di atas batu karang. Sedangkan Pantai Gemah dan Sine itu karakteristiknya landai sehingga cocok untuk wisata keluarga. Semua karakteristik pantai itu sedang kami kembangkan potensi wisatanya," ucapnya.

Sumber : Antara