Ahad , 08 October 2017, 14:29 WIB

Kemensos Sisir Korban Banjir dan Longsor Pangandaran

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ratna Puspita
Antara
Warga membersihkan meterial tanah longsor yang menghantam rumahnya di Desa Kalijati, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (7/10). Akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pangandaran mengakibatkan empat orang tewas tertimbun tanah longsor.
Warga membersihkan meterial tanah longsor yang menghantam rumahnya di Desa Kalijati, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (7/10). Akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pangandaran mengakibatkan empat orang tewas tertimbun tanah longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sosial (Kemensos) menerjunkan Tagana untuk mengevakuasi korban banjir dan longsor yang terjadi di Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (7/10) kemarin. Kemensos juga membuka dapur umum lapangan untuk membantu korban.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial Adhy Karyono mengatakan telah mengerahkan Tagana untuk menyisir dan mengevakuasi korban akibat banjir dan longsor. Dalam peristiwa tersebut, ratusan rumah yang tersebar disejumlah kecamatan terendam dan empat orang dinyatakan tewas. 

“Selain dari Pangandaran, Tagana juga dikerahkan dari kabupaten sekitar yakni Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut," kata dia dalam siaran pers yang diterima Republika, Ahad (8/10). 

Untuk pembentukan satu dapur umum lapangan, Kemensos menyediakan 1000 porsi makanan. Hal ini dilakukan agar dapat meringankan beban korban dan menjaga suplai kebutuhan makanan pengungsi.

Selain penerjunan Tagana dan pembentukan dapur umum lapangan, Adhy menuturkan Kemensos juga memberikan santunan kematian kepada keluarga korban sebesar Rp 15 juta.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa simpati dan bela sungkawa kepada korban banjir dan longsor di Pangandaran. Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan tanah longsor karena saat ini sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan.