Ahad , 08 October 2017, 15:04 WIB

BPBD Lampung: Delapan Kecamatan Rawan Bencana Banjir

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andri Saubani
Antara
[ilustrasi] Sebuah rumah porak-poranda akibat diterjang banjir bandang setelah hujan deras selama beberapa jam meluapkan Sungai Jagalan di Gulak Galik, Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung Kamis (24/1).
[ilustrasi] Sebuah rumah porak-poranda akibat diterjang banjir bandang setelah hujan deras selama beberapa jam meluapkan Sungai Jagalan di Gulak Galik, Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung Kamis (24/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Memasuki musim penghujan bulan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung telah melakukan survei dan pemetaan wilayah rawan banjir. Delapan kecamatan di kota berjuluk Tapis Berseri tersebut dinilai rawan banjir.

Menurut Kepala BPBD Bandar Lampung Edi Haryanto, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada warga untuk bersiaga ketika hujan turun. Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan di kali. "Ada delapan kecamatan rawan banjir," katanya, Ahad (8/10).

Delapan kecamatan yang rentan banjir yakni Kecamatan Teluk Betung Utara, Teluk Betung Barat, Teluk Betung Timur, Tanjung Karang Barat, Tanjung Karang Timur, Bumiwaras, Panjang, dan Kedamaian. Edi mengatakan, selain delapan kecamatan yang rawan ppotensi banjir, wilayah lain akan terkena dampaknya ketika delapan daerah tersebut terendam banjir.

BPBD dan Dinas Pekerja Umum juga terus melakukan perbaikan saluran drainase seperti kali atau sungai. Pembersihan kali atau sungai agar air yang datang tidak meluap ke daratan yang menyebabkan banjir bandang.

Pemantauan Republika, Ahad (8/10), sampah-sampah masih terlihat di sungai-sungai sekitar pemukiman penduduk. Sungai-sungai yang tersumbat sampah menyebabkan air meluap ke jalan dan merendam rumah penduduk.

Kondisi sungai yang masih kotor diantaranya di dekat Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Sungai Kali Awi, dan sungai di Kelapa Dua. Tiga daerah tersebut pernah terjadi banjir bandang beberapa tahun lalu, yang menyebabkan rumah dan perabotan rumah tangga terseret arus.