Ahad , 08 Oktober 2017, 15:46 WIB

Nelayan Lebak tak Melaut, Fenomena Alam Ini Penyebabnya

Red: Andri Saubani
Dedhez Anggara/Antara
[ilustrasi] Nelayan menyiapkan perbekalan untuk melaut.
[ilustrasi] Nelayan menyiapkan perbekalan untuk melaut.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Nelayan tradisional di pesisir Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama dua hari terakhir tidak melaut akibat memasuki terang bulan Fenomena alam ini dipercayai berdampak pada menurunnya tangkapan ikan. "Nelayan di sini setiap bulan terang selalu menganggur, meskipun saat ini cuaca membaik karena tangkapan ikan menjadi sepi dan tidak sebanding dengan biaya operasional," kata seorang nelayan tempat pelelangan ikan (TPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Iming (50) di Lebak, Ahad (8/10).

Kebanyakan nelayan kecil sudah tidak melakukan aktivitas tangkapan karena cuaca terang bulan. Apabila, cuaca terang bulan itu dipastikan pendapatan menurun drastis dan merugi jika melaut. Karena itu, kata Iming, nelayan lebih baik memilih tinggal di rumah sambil memperbaiki alat tangkap yang kondisinya rusak.

Untuk memenuhi ekonomi keluarga, kata dia, kini nelayan beralih profesi menjadi tukang ojek, buruh tani, buruh bangunan, dan pedagang. "Profesi itu tentu sangat membantu keluarga nelayan," katanya.

Begitu juga Darna (55) nelayan TPI Bayah, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengaku terpaksa mengojek motor untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Penghasilan mengojek itu bisa menutupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Darna tidak mau memaksakan diri melaut karena merugi dengan tangkapan ikan sepi dan tidak sebanding dengan biaya operasional. "Saya setiap melaut harus mengeluarkan uang Rp70.000 untuk membeli bahan bakar minyak (BBM), sedangkan pendapatan antara Rp 20.000-Rp 30.000," katanya.

Kakap (55) nelayan TPI Pulomanuk, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengaku selama ini usaha nelayan sudah tidak bisa diandalkan lagi untuk kehidupan yang lebih baik karena tangkapan ikan semakin berkurang. Sepanjang tahun ini nelayan mengeluhkan karena banyak menganggur akibat cuaca buruk juga musim bulan terang. "Kami lebih baik memilih tinggal di rumah daripada harus melaut," ujarnya.

Kepala TPI Binuangeun Kabupaten Lebak, Ahmad Hadi mengakui sebanyak 3.200 nelayan tradisional di Pesisir Selatan Lebak tidak melaut akibat bulan sedang bercahaya terang. "Dengan tidak melaut, tentu produksi ikan kini juga menurun," katanya menjelaskan. 

Sumber : Antara

Berita Terkait