Senin , 09 October 2017, 08:15 WIB

Kasus Baru HIV di Sukabumi Bertambah, Didominasi Kaum Muda

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Nur Aini
.
HIV/AIDS. Ilustrasi
HIV/AIDS. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI -- Jumlah kasus HIV baru di Kota Sukabumi mengalami penambahan menjadi 99 kasus. Data ini bersumber dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi mulai Januari hingga akhir September 2017 lalu.

"Kasus baru yang tercatat sebanyak 99 kasus," ujar Ketua KPA Kota Sukabumi sekaligus Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada Republika.co.id, Ahad (8/10).

Kasus baru HIV ini, kata dia, menular kebanyakan melalui hubungan seks. Menurut Fahmi, di lihat dari segi umur kasus HIV baru didominasi oleh warga yang berusia antara 25-49 tahun. Pada 2017, jumlah warga yang terkena HIV pada rentang usia tersebut mencapai sebanyak 65 orang.

Sementara peringkat kedua, warga yang berusia antara 20-24 tahun sebanyak 24 orang. Sisanya yakni warga berusia di bawah empat tahun sebanyak lima orang, umur 5-14 tahun dan di atas 50 tahun sebanyak dua orang, serta 15-19 tahun sebanyak satu orang.

Menurut Fahmi, KPA menyoroti kasus HIV baru pada rentang usia 20-24 tahun yang mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Pada 2016 lalu, warga yang terkena HIV secara keseluruhan hanya sebanyak 12 orang. Sementara pada tahun ini hingga September mencapai 24 orang.

Oleh karena itu, kata Fahmi, KPA bersama instansi terkait lainnya akan terus menggiatkan upaya pencegahan penyebaran bahaya HIV-AIDS ke semua elemen masyarakat. Targetnya, kasus baru HIV bisa ditekan atau tidak ada sama sekali. Upaya ini dinilai memerlukan keterlibatan semua pihak.

Penanggungjawab program KPA Kota Sukabumi Yanti Rosdiana menambahkan, penyebaran HIV-ADIS bisa melalui beragam cara. Penularan lewat hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV, transfusi darah yang mengandung virus HIV, melalui alat suntik, akupuntur, tato, dan alat tindik yang sudah di pakai orang yang mengidap virus AIDS. Selain itu, Kota Sukabumi telah melakukan berbagai upaya untuk menekan dan menanggulangi pencegahan dan penularan HIV melalui sosialisasi dan penyuluhan serta program sinergitas dengan semua pihak.