Rabu , 27 September 2017, 15:59 WIB

Status Gunung Agung Mulai Berdampak Bagi Pariwisata Gili

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Andi Nur Aminah
Antara
Suasana pantai di Pulau Gili Air, Nusa Tenggara Barat (ilustrasi)
Suasana pantai di Pulau Gili Air, Nusa Tenggara Barat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Ketua Gili Hotel Association (GHA) Vicky Hanoi mengatakan, kondisi Gunung Agung di Bali yang sudah berstatus Awas ikut memengaruhi sektor pariwisata di kawasan tiga gili di Lombok Utara, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Vicky menyebutkan, penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Bali ke kawasan tiga gili sudah mulai terlihat sejak empat hari terakhir, yang menggunakan fast boat atau kapal cepat.

"Pada dasarnya operasional fast boat normal, tapi yang meminta cancel juga tinggi," ujar Vicky kepada Republika.co.id di Mataram, NTB, Rabu (27/9).

Faktor kekhawatiran akan ekskalasi aktivitas Gunung Agung menjadi penyebabnya. Imbauan dari sejumlah negara-negara, lanjut Vicky, juga diyakini mempunyai andil bagi penurunan tingkat kunjungan ke kawasan tiga gili. Menurut Vicky, kawasan tiga gili memiliki letak yang lebih dekat dengan Gunung Agung, ketimbang sejumlah objek wisata yang ada di Bali seperti Sanur atau Seminyak.

"Gili kan lebih dekat Karangasem ketimbang Sanur atau Seminyak. Dampaknya pasti ada, tapi belum tahu angkanya, semoga cepat normal," kata Vicky menambahkan.