Kamis , 05 October 2017, 19:47 WIB

PLN Bisa Hemat Rp 2 Triliun dari PLTU Jawa 7

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nur Aini
pln.co.id
Logo PLN
Logo PLN

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membeli listrik yang bakal dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Independent Power Producer (IPP) Jawa 7 dengan harga 4,21 sen dolar AS per kWh. Direktur Utama PLN Sofyan Bashir mengatakan, harga itu jauh lebih murah dibanding harga yang didapat PLN dari perusahaan Cina selama periode 2012-2013, yakni berkisar 5,7-6,2 sen dolar AS per kWh.

Dengan selisih yang cukup jauh tersebut, kata dia, PLN bisa menghemat Rp 1 triliun untuk setiap 1.000 mega watt listrik. PLTU Jawa 7 akan memiliki kapasitas 2.000 mega watt per tahun. Dengan demikian, dalam satu tahun PLN bisa melakukan efisiensi sebesar Rp 2 triliun dari PLTU tersebut.

"Jadi kita memang tawar-menawar habis. Kita negosiasi secara detail," kata Sofyan, ditemui usai acara groundbreaking tiga proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Serang, Banten, Kamis (5/10).

Selain dari PLTU Jawa 7, PLN akan mendapatkan tambahan pasokan listrik dari PLTU Jawa 9 dan 10. Namun, Sofyan menyebut, pihaknya belum mendapat kesepakatan harga pembelian listrik dari kedua proyek terakhir.

PLTU Jawa 7 dibangun oleh konsorsium Shenhua Guohua dan anak perusahaan PLN, yakni PT Pembangkit Jawa Bali. Proyek dengan nilai investasi Rp 35 triliun ini ditargetkan dapat selesai pada 2020.

Adapun PLTU IPPJawa 9 dan 10 akan memiliki total kapasitas 2.000 MW. Dikerjakan oleh konsorsium dari PT Indonesia Power dan Barito Wahana Lestari, PLTU IPP Jawa 9 dan 10 memiliki nilai investasi Rp 46 triliun.

Berita Terkait