Kamis , 12 Oktober 2017, 22:41 WIB

PMI: Dokter Sulit Lakukan Operasi tanpa Darah

Red: Andi Nur Aminah
Republika/Raisan Al Farisi
 Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyusun kantong darah  (ilustrasi)
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyusun kantong darah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,P  PALU -- Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah menyatakan dokter tidak akan dapat melaksanakan operasi terhadap setiap pasien bila tidak tersedia stok darah. "Operasi tidak bisa dilakukan bila stok darah tidak tersedia," ungkap Direktur PMI Sulteng dr Abdullah di IAIN Palu, Kamis (12/10).

Abdullah menyebut pelaksanaan tindak medis seperti operasi, bedah dan sebagainya salah satunya memperhatikan ketersediaan darah. arena itu, ia meminta agar masyarakat di Kota Palu dan sekitarnya untuk mendonorkan darah demi keberlangsungan kehidupan dan kesembuhan setiap pasien di rumah sakit.

"Tolonglah yang lain dengan mendonorkan darah. Jangan hanya ingin memakai atau menggunakan darah orang lain, tetapi kita sendiri enggan mendonorkan darah," ujar mantan Direktur Rumah Sakit Umum Undata Sulteng itu.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah ini juga menyebutkan bahwa PMI membutuhkan 1.000 kantong darah setiap bulan. Sementara setiap tahun PMI membutuhkan ketersediaan darah palig sedikit kurang lebih mencapai 40 ribu kantong hinga 120 ribu  kantong darah untuk memenuhi permintaan stok darah berbagai golongan di setiap rumah sakit.

PMI melayani belasan rumah sakit di Kota Palu terkait permintaan stok darah meliputi Rumah Sakit Umum Anutapura, RS Umum Undata, RS Madani, RS Alkhairaat, RS Bersalin.

PMI juga memasok stok darah berbagai golongan untuk kebutuhan darah di rumah sakit milik Pemkab Sigi di Sidera, dan rumah sakit milik Pemkab Donggala di Banawa.

Sumber : Antara