Kamis , 12 Oktober 2017, 19:43 WIB

Longsor Masih Terjadi di Banyumas dan Cilacap

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Andri Saubani
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Sejumlah warga melintasi genangan air yang membanjiri jalan, di desa Mertasinga, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Sabtu (7/10). Curah hujan ekstrim melanda Kabupaten Cilacap, dengan intensitas mencapai 298 mm, yang mengakibatkan banjir setinggi satu meter yang merendam ratusan rumah dan 420 jiwa terpaksa diungsikan, akibat genangan air yang memasuki rumah.
Sejumlah warga melintasi genangan air yang membanjiri jalan, di desa Mertasinga, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Sabtu (7/10). Curah hujan ekstrim melanda Kabupaten Cilacap, dengan intensitas mencapai 298 mm, yang mengakibatkan banjir setinggi satu meter yang merendam ratusan rumah dan 420 jiwa terpaksa diungsikan, akibat genangan air yang memasuki rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Bencana longsor masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas. Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhi menyebutkan, longsor yang terjadi Rabu (11/10) sore menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur. "Tidak ada korban luka atau korban jiwa dalam kejadian tersebut," jelasnya, Kamis (12/10).

Kerusakan infrastruktur, antara lain terjadi pada jembatan Cimindi di Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu. Arus sungai deras pada sungai Cimindi, menyebabkan badan jembatan ambrol sebagian dan tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat. "Untuk sementara jembatan itu ditutup, karena bisa membahayakan warga yang melintas," jelasnya.

Jembatan Cimindi merupakan jembatan pada jalan desa, yang menjadi akses penting warga. Jembatan tersebut memili panjang 12 meter dengan lebar jembatan 3 meter.

Selain kerusakan jembatan, bencana longsor terjadi di dua lokasi Desa Mandala Kecamatan Cimanggu. Antara lain pada tebing setinggi 20 meter yang ambruk dan materialnya menutupi jalan desa, serta longsornya badan jalan desa di lokasi lain desa tersebut.

"Untuk ruas jalan yang tertimbun material longsoran, tadi sudah dibersihkan. Tapi untuk badan jalan yang longsor, sementara dibuatkan bronjong penguat agar jalan tetap bisa dilalui kendaraan. Tapi kendaraan yang melintas juga harus hati-hati," katanya.

Sementara di Kabupaten Banyumas, longsor terjadi di Desa Samudra Kecamatan Gumelar, Rabu (11/10) malam. Longsor menyebabkan rumah Karsito (50), salah seorang warga, mengalami kerusakan cukup parah. ''Yang mengalami longsor merupakan tebing yang ada di belakang rumah korban,'' jelas Koordinator TRS BPBD Banyumas, Kusworo.

Dia menyebutkan, petugas BPBD, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, TNI/Polri, dan warga sekitar, telah bekerja bakti menyingkirkan material longsoran. "Rumah Karsito yang rusak juga sudah dibongkar dan akan dipindah ke tempat yang aman," jelasnya.


Berita Terkait